Wednesday, October 14, 2015

Inilah Lima Pria Berotot yang Bakal Bikin Wanita Klepek-Klepek




Bagi sebagian wanita, melihat pria berwajah tampan, berseragam dan berpangkat saja tak cukup untuk menarik hatinya. Tak jarang mereka juga berharap mendapatkan pria dengan penampilan fisik yang kekar dan berotot. Apalagi kalau dari kalangan TNI dan kepolisian, bisa bikin wanita langsung klepek-klepek.

Berikut ini hasil wawancara saya dengan lima  anggota kepolisian dan seorang anggota TNI AD yang menjaga bentuk fisik mereka sehingga tampak lebih berotot ketimbang lainnya.

Bripda Said Sanjaya


Said Sanjaya di kalangan pengguna social media dikenal sebagai polisi yang kerap memosting aktivitasnya nge-gym. Padahal polisi yang berdinas di Dit. Shabara Gasum Unit Yanwal, Polda Metro Jaya ini mengaku baru mengolah ototnya sejak Februari 2015.

"Mulanya dikarenakan saya mengalamai penurunan berat badan. Mungkin karena efek pekerjaan yang harus siaga 24 jam sehingga kurang nafsu makan dan kurang istirahat. Akhirnya saya putuskan untuk pergi ke gym. Di tempat gym saya terinspirasi melihat banyak orang yang memiliki berat tubuh berlebih tapi mereka tetap semangat olahraga," tutur polisi berpangkat bripda ini.

Awal latihan, Said banyak dibantu temannya yang juga seorang personal trainer. "Pas awal-awal badan rasanya sakit semua. Tapi sayua terus berusaha menanamkan motivasi sendiri. Melatih otak itu penting, otot juga penting untuk menunjang penampilan. Alhamdulillah saya belum pernah patah semangat untuk berhenti mengolah otot," kata pemilik akun instagram @saidsanjaya ini.



Keinginan Said untuk menambah berat badannya berhasil. "Sampai saya harus ganti seragam karena jadi sempit sekarang," tawanya.

Banyak hal yang dirasakan Said dengan adanya perubahan fisiknya. "Sekarang sakit kepala yang dulu sering saya rasakan sudah hilang. Di pergaulan, jadi menginspirasi teman-teman lainnya untuk pergi ngegym. Kadang saat berhadapan dengan mitra humas, tidak sedikit yang memuji dan terutama ibu-ibu sering mengajak foto bareng, hahaha," kata Said sambil tertawa lepas.

Pria yang kerap memasang foto sedang ngegym di malam Minggu karena masih jomblo ini mengaku kadang menjadi pria berotot harus sedikit sabar saat diledek orang. "Saya masih heran dengan penilaian publik mengapa ketika seseorang peduli akan hidup sehat malah dicibir dan dinilai gay. Seharusnya malah jadi motivasi mereka," tutup pria yang menjadi polisi sejak tahun 2013 ini.




Pratu Erik Martan

Erik Martan mengaku sudah menekuni dunia olahtubuh sejak SMA. "Saat itu saya ingin masuk TNI, tapi berat tubuh saya kurang ideal," pria berpangkat prajurit satu yang masuk TNI AD sejak 2010 ini.

Namun sejak masuk tentara dan dinas di Batalyon Zeni Kontruksi 12/Karana Jaya, Palembang, Erik malah berhenti ngegym karena kesibukannya. Barulah  pada tahun 2013 pria ini kembali mengencangkan otot-ototnya. 

"Saya ingin badan ideal saya kembali. Untuk motivasinya ya lihat video binaraga, biar tetap semangat," kata pemilik akun instagram @015ERIX ini.


Atas hasil jerih payahnya pula, alhasil Erik pernah mengantungi gelar juara 2 pria berotot di ajang Sriwijaya Art Muscle pada bulan Mei 2015. Manfaat lain adalah rasa percaya dirinya yang lebih tumbuh. "Kalau punya badan berotot itu lebih pede," ujar Erik yang juga menginspirasi teman-temannya memiliki tubuh berotot.

Ditanya ihwal biaya yang harus dikeluarkannya, Erik mengaku tak mau mempermasalahkannya. "Duit yang dikeluarkan tak masalah karena untuk kesehatan. Lagipun, kalau untuk latihan fisik nggak harus selalu ke tempat fitness mahal. Banyak aktivitas di TNI yang juga berhubungan dengan olah fisik," imbuh tentara ganteng ini.

Mengenai gunjingan kepada cowok-cowok berotot, Erik tak menampik banyak menerima omongan kurang  sedap. "Kebanyakan sih mungkin iri," tandas Erik yang mengaku paling takut kalau digoda sesama pria ini.

Bripda Putu Artha Widjaya

Anggota Brimob ini mengganggap fitness sebagai investasi kesehatan.  "Saya biasa latihan rutin 5-6 kali dalam seminggu. Biasanya latihan pagi biar masih fresh," jelas Bripda Putu Artha Widjaya saat ditanya soal kebiasaan latihan di gym.

Artha mengaku masih pemula, sehingga latihan beban pun masih disesuaikan. "Walaupun beban masih sedikit, tapi tekniknya benar, repetisi sesuai. Itu lebih bagus ketimbang beban banyak tapi teknik salah. Manfaatnya jadi kurang optimal. Bagi saya ngegym itu harus fokus dan punya komitmen," ujar pemilik akun Instagram @ARTHADWIJAYA ini.

Mengawali fitness sejak lulus SMA karena terinspirasi Ade Rai, anggota Satbrimobda NTB ini ingin memiliki tubuh yang sehat. "Badan gede itu hanya bonus," kata Artha.

Artha mengaku awalnya minder karena badannya kurus. Tapi lambat laun rasa itu dihapusnya karena yakin bisa mengubah penampilan fisiknya. "Manfaatnya terasa sekali untuk kesehatan saya. Karena keringat itu kan membawa racun tubuh juga keluar. Dan dengan badan yang besar jadi tampak lebih berwibawa," lanjut Artha.

Apakah badan besar memudahkannnya mendapat teman kencan wanita? "Kadang ada yang tertarik, kadang juga yang takut dan ngeri sama saya, hahahaha," tawa pria yang berencana mulai akan ikut kompetisi olahotot pada tahun 2018 nanti.


Briptu Paulo Hudson Felle

Polisi asal Papua ini mengaku mulai menekuni dunia fitness sejak melihat rekannya, Andrew, yang sering menjuarai body contest di kabupatennya. "Awal latihan pemalu. Nggak banyak bertanya karena kebanyakan orang di gym kelihatan garang dan sombong," jelas pria yang biasa disapa Paulo ini.

Latihan fisik boleh dibilang jika dirinya membanding-bandingkan dengan teman-temannya di social media. "Sudah sering latihan, tapi kok yang lain badannya lebih bagus. Kadang saat itulah hilang semangat. Tapi begitu saya berpikir positif ya semangat lagi. Terutama saya ingatkan diri saya kepada alasan saya pertama kali ngegym," ujar anggota Dit Polair Baharkam Mabes Polri ini.


Pemilik akun Instagram @BRIPTU_FELLE34 ini tidak menargetkan secara khsuus untuk menjadikan dirinya memiliki badan sekekar siapapun atau memenangkan kompetisi tertentu. "Saya hanya ingin menjadikan ini sebagai hobi yang menyehatkan diri pribadi dan mungkin bisa memotivasi teman yang lain," kata pria yang awalnya tak disetujui masuk polisi ini.

Paulo memberi tips bagi pria yang masih pemula untuk ngegym. " "Untuk memeperoleh tubuh atletis itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu melalui proses panjang dan sakit. Tapi semua itu nanti terbayarkan. Yang tak kalah penting adalah makan yang bernutrisi dalam pembentukan otot. Percuma banyak ke gym tapi gizinya tak seimbang," tutup pria yang lima bulan sekali ini harus mengganti seragam dinasnya karena massa ototnya bertambah.


Bripda Taufikul Rizki



"Alaah, palingan cuma jaga badanmu sekarang saja. Lihat nanti 2 samapai 5 tahun ke depan, pasti kamu gendut," kata teman pria bernama Taufikul Rizki saat tahu dia mulai rajin pergi ke gym.

Meskipun demikian, polisi yang dinas di Polres Lombok Barat, NTB ini tak terlalu mengambil hati. Pria yang biasa dipanggil Jackie ini terus berlatih karena tak sedikit pula temannya yang mendukung. "Kamu harus jaga terus badanmu itu, jangan sampai buncit kaya saya," kata teman-teman Jackie.

Jackie mengaku sudah mulai masuk gym sejak kelas 3 SMA karena terinspirasi iklan susu suplemen. Untuk terus menyemangati motivasinya olahtubuh bahkan peraih gelar  Pemuda Favorit Kabupaten Sumbawa pada tahun 2013 ini sampai memasang poster Ade Rai.

"Saya jadi berpikir bahwa saya olah raga untuk diri saya sendiri, untuk kesehatan saya, untuk penampilan saya, jadi buat apa malas," lanjut pemilik akun Instagram TAUFIKUL_RIZKI ini.



Jackie tetap merasa ada sisi nggak enaknya punya badan berisi. "Kadang teman-teman sering mukul atau nyubit saya karena katanya gemas hahaha," tawa Jackie.

Kendati demikian Jackie mengaku manfaatnya lebih banyak berbadan sepertinya sekarang. "Saya jadi teman. Cowok berotot itu biasanya lebih mnenonjol dalam pergaulan.  Karena cowok berotot karena pakai baju apa terlihat keren," tegasnya.


Well, sekarang kalian mau pilih siapa? Hehehehe ...