Sunday, October 18, 2015

Mencicipi Kuliner India di Bandung




Sebagian besar pecinta Bollywood adalah juga penggemar kuliner Hindustan. Termasuk saya. Saat ke India beberapa bulan lalu, tak henti saya berburu kuliner setempat dan mencicipinya. Terkadang, ketika rasa rindu India datang, saya mencoba menghapusnya dengan pergi ke kedai makanan India.

Salah satu kedai makanan India yang belum lama ini saya sambangi adalah K99 Curry House di Jalan Rajiman 29, Bandung. Letaknya di jalan satu arah. Jadi harus sedikit memutar dulu bagi yang datang dari arah Jalan Wastu Kencana.




Kedatangan saya ini untuk kedua kalinya. Pertama, dulu saya mencicipi karena penasaran. Kedua,karena di kedai ini akhirnya dijual juga penganan ladoo. Nah, anak saya adalah penggemar ladoo sejak ada animasi Bima di teve, dan pernah pula saya bawakan beraneka ladoo dari New Delhi.

Lantaran kadung sampai di kedai makanan India, kami tidak hanya membeli dua kotak ladoo yang amsing-masing berharga Rp30.000. Saya memsan paket makanan  beralaskan daun pisang yang nonvegetraian. Isteri saya yang kurang suka dengan makanan India memesan samosa (dulu di dekat kami ada penjual samosa asli dari Pakistan, rasanya enak), sedangkan putra saya memesan nan cokelat keju. Anak saya menyebutnya itu roti cane keju cokelat. Padahal serupa tapi tak sama.

Lebih Ringan



Yang hadir di meja lebih dulu adalah gulab jamun yang saya pesan. Padahal ini adalah makanan penutup.Huh, dasar udah nggak tahan, ya saya caplok juga satu dari tiga butir makanan super manis ini.


Saya jadi ingat pertama kali makan gulab jamun saat akan pentas di Kedutaan Besar India di jakarta belasan tahun silam. Mulut saya langsung meledak karena rasa manis yang tak terkira. Apalagi direndam madu supermanis. 

Menurut saya, gulab jamun yang ini meskipun manis tak segiung yang pertama cicipi dulu. Mungkin samalah seperti yang saya makan di Delhi.


Menyusul kemudian di meja samosa pesanan isteri saya yang berisi daging ayam. Penganan ini memang jenis makanan yang bakal disukai siapapun karena menurut sejarahnya juga bukan asli India, melainkan timur tengah. Di Malaysia dan Singapur sangat mudah menemukannya. Di Bandung jarang saya temukan. Padahal kami sekeluarga menyukainya.



Nan cokelat keju pesanan anak saya pun menyusul kemudian. Nah, kalo ini memang paling aman buat anak-anak. Siapapun suka dengan roti pipih dengan toping keju dan cokelat. Nggak ada bumbu kari atau yang aneh-aneh lainnya bagi anak-anak. Saya juga mencicipinya kok. Dan suka :)

Menu pilihan saya karena paket komplit jadinya nggak aneh kalau lama. Paket yang saya pesan berisi nasi briyani, nasi putih, dua lembar shapati, sayuran, acar dan chutney, rasam,  sambar papadam, curries, ayam tandoori, dan kari mutton. Sudah termasuk minumnya tea chai. Harganya menurut saya sih standart saja untuk satu paket, tak sampai Rp80.000.


Yang saya tidak habis pikir mengapa ada nasi putih segala? Hehehehe, mungkin jaga-jaga kalo ada pelanggan yang nggak suka nasi bryani. Tapi jadinya memang kebanyakan karbohidrat karena sudah ada nasi briyani dan chapati.

Seru aja jadinya makan kuliner India beralaskan daun pisang. Dari semua konten, saya rekomended banget sama ayam tandoorinya. Rasanya enak, bumbunya terasa. Meskipun ukuran ayamnya tak sebesar yang saya makan di India, tapi okelah.

Untuk lainnya, saya merasa bumbu karinya terasa lebih ringan. Mungkin disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Tapi karena saya sudah mencicipi kari di India, rasanya jadi kurang nendang. Untuk chapatinya saya rasa cukup juga rasanya.

Nah, mungkin buat jenis chai (teh India) lagi-lagi saya merasa kurang nendang banget. Kalo kata isteri saya sih seperti teh tarik instant. Kebetulan kami sering membuat chai, baik yang reguler maupun yang masala (spicy) dan menurut saya itu rasanya lebih enak. Mungkin karena di rumah kami selalu pakai susu murni. Entah di K99 Curry House, saya lupa bertanya.



Apapun itu, kami berhasil menandaskan pesanan kami. Lalu ladoo yang kami bawa pulang pun habis dalam sekejap. Terbyar sudah rasa rindu saya kepada India yang entah kapan bisa saya kunjungi lagi.

Oh iya, di Bandung ini kami hanya kenal tiga tempat kuliner India. Selain di Jalan Rajiman, ada juga di Jalan Pasir Kaliki yang kelasnya resto (harganya juga lebih mahal) dengan citarasa menurut saya lebih mendekati yang di India, Yang lainnya adalah lantai pusat jajan Pasar Baru Bandung. Saya pernah mencicipinya, tapi rasanya lebih dekat masakan India di Malaysia.





Phir Milenge!