Sunday, October 4, 2015

Tentara Ganteng Ini Punya Tugas Rangkap di Lebanon




Pada Hari HUT TNI ke 70 ini, sebagian besar tentara memperingatinya di Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten. Tapi Tentara Indonesia yang tergabung di Kontingen Garuda  XXIII-I tetap harus siaga menjaga perdamaian di kawasan Lebanon. Salah satu di antaranya adalah Sersan satu  (Sertu) Muhammad Shidiq Prasetiya.

Shidiq tetap melakukan tugasnya hari ini sebagai staf operasional atau technical operation centre (otc).  “Tugas saya menerima jadwal dan melaporkan kegiatan sehari-hari, dan tentu saja patroli. Saya bersama tim kebagian patroli sektor timur (east),” kata tentara ganteng dari Yonif 403/WP Yogyakarta ini.


Tugas keseluruhan Shidiq  dan para penjaga perdamaian dari PBB lainnya adalah menjaga stabilitas keamanan di Lebanon agar tidak terjadi lagi perang seperti pada Juni 2006 lalu.  “Juga menjaga batas negara antara Lebanon dan Israel agar tidak terjadi pelanggaran di garis perbatasan, “ tambah pria kelahiran 15 Agustus 1986 ini.

Di sela-sela tugas utama patrol selama 24 jam, Shidiq juga masih menyempatkan diri bertugas langsung di masyarakat Lebanon. “Kami juga mengadakan penggobatan massal gratis. Harga obat-obatan di sini sangat mahal. Jadi mereka sangat antusias. Kami juga turut membantu sekolah mengadakan perpustakaan keliling, bahkan saat 17 Agustus lalu kami mengajak anak-anak di sini mengikuti lomba balap kerupuk dan balap karung seperti di Indonesia,” papar lulusan Secaba 2007 ini.



Masih ada lagi tugas yang diemban Shidiq di Lebanon.  “Di sektor budaya juga mempertunjukkan kesenian dari Indonesia  kepada masyarakat Lebanon.  Boleh dibilang kami tuh Duta Budaya dan Pariwisata Indonesia.  Sambutan masyarakat di sini sangat hangat kepada tentara Indonesia dibandingkan negara-negara lain.  Setiap kami melambaikan tangan ke masyarakat di sini, mereka langsung teriak, Garuda! Soalnya kami punya motto, senyum, sapa dan salam,” papar Shidiq.


Shidiq datang bertugas ke Lebanon pada Desember 2014. Saat itu Lebanon sedang musim dingin. “Kulit dan bibir langsung pecah-pecah karena udaranya kering. Suhu udara antara 8-13 derajat. Beda jauh dengan suhu di Indonesia yang hangat. Tapi semua terbayar ketika untuk pertama kalinya saya melihat salju. Bukan main, saya selama ini hanya bisa melihat salju di teve, bisa melihat dan merasakan salju langsung di bawah udara minus tiga derajat,”  kenang pemilik akun instagram @prasetiya2186 ini.

Shidiq tak terlalu lama untuk bisa beradaptasi. Bahkan dengan makanan juga. “Walau pada awalnya terasa aneh kebab di sini dengan di Indonesia,” kata pria yang mengisi waktu luangnya di Lebanon dengan olahraga sepakbola dan voli.

Pada Desember 2015 ini, Shidiq akan kembali ke tanah air melanjutkan tugasnya yang lain. “Saya kangen sama orangtua, kampung, dan masakan Indonesia … hahaha,” tutup pria yang sempat menunaikan ibadah umroh di masa cutinya ini.


Selamat HUT TNI, Sertu Shidiq.