Monday, October 5, 2015

Tentara Tampan Ini Serius Tekuni Yongmoodo



Di Indonesia jenis beladiri Yongmoodo belum sepopuler taekwondo, meskipun sama-sama dari Korea Selatan. Namun beladiri yang masuk ke Indonesia pada 2002 ini menjadi beladiri wajib wajib di TNI Angkatan Darat sejak 2008. Salah satu prajurit TNI AD yang menekuni Yongmoodo adalah Alfianto Nugroho dari Bekangdam VI Mulawarman, Kalimantan Timur.

“Saya menekuni yongmoodo sejak pendidikan pertama saya sebagai militer pada tahun 2012. Yongmoodo menjadi bagian kurikulum saat saya masuk,” jelas tentara berpangkat Sersan Dua (Serda) ini.

Alfian mengaku sebelumnya pernah sama sekali menekuni beladiri. “Saya lebih senang olahraga biasa sebenarnya. Tapi ini memang tuntutan setiap prajurit harus mampu dan bisa beladiri yongmoodo, mau tidak mau saya ikuti,” ujar pemilik akun instagram @alfianto.nugroho ini.

Dari awal perkenalannya, Alfian langsung merasa tertarik. “Ternyata yongmoodo merupakan gabungan berbagai macam beladiri  yang dikombinasikan dari gerakan taekwondo, hapkido, kumbo, judo, gulat dan jujitsu. Pokoknya komplet,” tutur pria yang masuk tentara karena semasa kecil senang nonton film perang dan pelajaran sejarah ini.

Tidak heran jika kemudian pria kelahiran 29 Agustus 1994 ini akhirnya memutuskan untuk menekuni seni beladiri yongmoodo. “Saya memang belum pernah mengikuti kompetisi yongmoodo. Tapi beberapa waktu lalu sata dipercaya satuan untuk mengikuti pendidikan beladiri militer yongmoodo selama tiga bulan di rindam VI/Mulawarman. Ke depannya, saya diharapkan bisa jadi pelatih di satuan saya. Karena target akhir tahun ini semua prajurit TNI AD  wajib sudah menyandang ban hitam,” kata penggemar traveling ini.


Menurut Alfian, Yongmoodo membutuhkan fisik dan stamina kuat untuk menekuninya. “Badan bisa sakit semua, pegal semua. Beladiri yonmoodo ini banyak materi bantingan dan kuncian,” jelasnya rinci. Namun hal itu tak membuatnya surut menekuni yongmoondo. “Saya ingin menimba ilmu beladiri yongmoodo ini ke Pusdik jasmani AD di Cimahi untuk menempuh tingkat Dan 2. Bahkan kalau bisa sampai berangkat ke Korea untuk langsung menilmba ilmu di sana.”

Sekadar tambahan informasi,  sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), seni beladiri asal Korea ini pun mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun 2012 ini. Sosialisasi berupa roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia. Dalam sosialiasi tersebut, diperagakan sejumlah jurus yang dilakukan oleh atlet Yongmoodo.

Tidak hanya untuk Angkatan Darat,  juga disosilaisasikan ke seluruh masyarakat Indonesia.  Beladiri Yongmoodo dikembangkan ke seluruh Indonesia lantaran diharapkan dapat mewujudkan sifat maupun watak patriotisme. Seni beladiri Yongmoodo sendiri mengandalkan ketepatan, kecepatan dan kekuatan dalam duel jarak dekat.

Awal perkenalan TNI AD dengan beladiri Yongmoodo dimulai jelang HUT TNI 2008. Berawal dari kebutuhan TNI Angkatan Darat memeriahkan HUT TNI pada 2008 yang digelar di Surabaya. Yongmoodo sendiri memiliki tujuan positif melatih keberanian serta patriotisme kepada para prajurit sebagai garda terdepan pengamanan terhadap NKRI. Spesifiknya adalah olahraga gabungan dari beladiri perkelahian jarak dekat.


Dengan perkembangan pesat Yongmoodo dalam rentang empat tahun,  banyak yang berharap seni beladiri ini dapat segera masuk sebagai cabang olahraga KONI. Apalagi Yongmoodo Indonesia telah berprestasi menyabet juara kedua Championship di Korea Selatan pada 2011 dengan torehan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu.