Tuesday, October 6, 2015

Tiga Praja Ganteng IPDN Jadi Sasaran Pembajak Foto di Internet




Bukan hanya polisi saja rupanya yang fotonya kerap dipakai penipu abal-abal di social media. Para praja IPDN pun kerap jadi korban oleh oknum tak bertanggungjawab. Tidak heran jika mereka kerap kena getahnya.

Tidak ada salahnya jika sebelum mengikuti seseorang berwajah ganteng, para wanita mencari tahu lebih dulu kebenaran akun tersebut. Inilah tiga praja IPDN yang berhasil saya wawancarai.

Yurio Kevin Koto



Pria yang biasa dipanggil Kevin ini tengah sibuk menyusun laporan akhir di IPDN Jatinangor. Dia tidak ingin perjuangannya masuk IPDN sia-sia. “Masuk IPDN itu kan susah. Harus bersaing dengan ribuan orang. Banyak persiapan yang saya lakukan menegnai undang-undang, wawasan nusantara, dan pengetahuan umum.  Kalau fisik karena saya atlet daerah, jadi sudah siap,” jelas kelahiran 18 November 1995 ini.

Kevin sempat pula sedikit gentar karena pemberitaaan soal kekerasan fisik di IPD. “ Awalnya iya saya takut. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kekerasan di IPDN,” kata cowok yang tidak pernah merokok sama sekali ini.

Anggota band dan tim basket IPDN ini malah merasa istimewa bisa mengikuti pendidikan di IPDN. “Saya jadi bisa mengenal teman dari Aceh sampai Papua Menjadikan saya lebih terarah, disiplin, lebih tahu sopan santun. Ditambah lagi, setelah lulus saya sudah siap bekerja dengan status Pegawai egeri Sipil golongan 3A,” kata penabuh drum di Band Khatulistiwa IPDN (angkatan 23) ini.

Karena foto-foto keren di instagramnya @yuriokevin, tidak heran jika banyak wanita yang mengaguminya. “Facebook saya  pernah sampai dihack dan dipakai minta yang aneh-aneh ke wanita-wanita. . Ada juga yang ngaku-ngaku jadi saya di BBM, padahal itu bukan saya. Jadi saya minta para wanita agar lebihj cermat lagi kalau follow akun seseorang. Jangan sampai ditipu apalagi diminta transfer uang,” ujar pria asal Sumatera Barat ini.

Putut Kristiawan


Saat melihat-lihat akun instagramnya di @pututkristiawan23 rasanya sosok ini lebih cocok jadi seorang model ketimbang Praja IPDN. Nyatanya, pria kelahiran 25 April 1992 ini memang Praja tingkat 4( Wasana Praja) di IPDN.  “Saya sedang sibuk menyusun usulan penelitian untuk laporan akhir, sambil mengembangkan hobby fitness dan nge-dance,” ujar Putut.

Putut mengaku masuk IPDN karena karena ingin melayani masyarakat. “Saya ingin jadi abdi negara yang melayani masyrakat. Selain itu setelah lulus bekerja di pusat dan pengembangkan karir juga di luar sebagai PNS,” ucap cowok yang ternyata memang punya job sebagai model juga di Bandung.

Tak heran jika foto-fotonya yang keren itu kerap dimanfaatkan orang-orang iseng. “Jujur saja foto-foto saya juga pernah dbajak dan rasanya tidak enak.  Hal itu membuat saya lebih berhati-hati menggunakan social media. Saya tidak akan memosting hal yang kurang mendidik. Sebisa mungkin malah berguna buat orang lain atau menginspirasi. Saya menyarankan agar masyarakat menggunakan social media seperlunya. Setting akunnya jadi privacy untuk mencegah pembajakan,” pesan Putut.

Edwar Pratama



Pria kelahiran Lubuk Basung ini baru saja menamatkan pendidikannya di IPDN dan sedang menajalni tugas sebagai calon Pembina di IPDN. “Saya dulu masuk masuk IPDN karena kami dibentuk mental dan sikap sebagai kader pemimpin dan pelayan masyarakat,” jelasnya.

Purna praja ini memberi tips kepada mereka yang ingin masuk IPDN. “Selalu latihan untuk syarat tes dan perhatikan selalu kesehatan sebagai syarat utama,” kata pria yang lahir pada 23 Maret 1992 ini. “Masuk di sini itu istimewa karena bisa berkumpul dengan teman-teman dari 34 provinsi.”


Ihwal pembajakan foto, pemilik akun instagram @edwar_pratama23 ini mengaku pernah mengalaminya. “Foto-foto saya juga pernah dibajak. Tapi selagi nggak merugikan saya dan lembaga, saya nggak pernah urus,” tandasnya. 


Nah, pesan saya sih, harus cerdas bersocialmedia ya!