Tuesday, November 24, 2015

Begini Rasanya Menginap di Hotel All Seasons Thamrin Jakarta

Saat mendapat undangan untuk menginap di hotel ini, saya sempat salah membaca. Four Seasons, padahal All Seasons. Saya baru sadar ketika ingat hotel Four Season bukannya sedang renovasi? Dan begitu membaca alamatnya di Jalan Talang Betutu, Thamrin, ya ternyata memang saya keliru.


Saya check in ke hotel berbintang tiga ini setelah perjalanan panjang dari Bandung, ke Gramedia matarman, lalu ke kantor PT Newmont Nusa Tenggara di Kuningan. Jadi benar-benar lelah dan bawaannya pengen ketemu bantal.

Setelah konfirmasi ke front office, lalu meminjamkan KTP saya, segera saya mendaptkan nomor kamar 202 dan kuncinya. Oh iya, lobi htel ini nggak luas-luas amat. Selain ada tempat duduk-duduk di sayap kanan ada juga patung lucu ini. Lihat foto narsis saya pertama di lobi hotel ini ya.



Saya pun naik lift ke lantai dua. Nggak jauh. Tapi tetap aja nggak akan bisa masuk ke lantai itu kalo nggak bawa kartu elektronik dari front officer. Dan, begitu buka kamar saya langsung manggut-manggut. Ya, nggak jauh dengan yang ditampilkan di website mereka.









Saya suka interior bagian bed dan meja depan bed. Tapi jendelanya tertutup setengah. Mungkin itu plang hotel atau sesuatu. Jadi saya hanya dapat cahaya dari luar dari setengah jendela yang ada. Dan karena minimalis, wastafel pun ada di luar kamar mandi, dekat bed. Toilet dan shower terpisah karena memang .. ya minimalis.

Niat saya untuk bobo tampan sehabis shalat tak terlaksana karena tiba-tiba langsung ada panggilan meeting. Saya diminta ke ruang UT.

Ruang UT dan R

Terus terang saya nggak tahu apa itu UT. Apakah upper top atau lainnya, tapi sepertinya kalo dari petunjuk lift ada di lantai teratas.  Di ruang inilah saya meeting dengan teman-teman seperjuangan. Sebentar sih. Karena lebih mirip briefing.




Kemudian, saya diminta untuk ke ruang R untuk makan malam. Yeah ... saya ke kamar dulu, mandi dan shalat magrib baru deh ke ruang R. Nah kalo ini mungkin singkatannya adalah restoran.

Saya suka ruang R karena ada teras balkon sehingga bisa menghirup udara Jakarta. Di malam hari terlihat lebih indah karena cahaya lampu bertebaran di mana-mana. bahkan meskipun hujan.




Ada musik hidup saat malam malam. Walau sebenarnya agak berisik buat yang nggak suka makan dengan iringan musik ingar bingar. Seperti kata CEO Room to Read yang mengajak teman-teman ngobrol.

"Terlalu berisik," kata Errin. Tapi dia maklum banget, karena tahu orang Indonesia dimana pun suka banget menyanyi. Bah!

Oh iya, saya memasuki R ini tiga kali sehari. Sarapan, makan siang dan makan malam. Dan alhamdulillah saya nggak merasa bosan makan di tempat ini. Begitu pun masakannya. Soalnya, selalu tersedia menu Indonesia, aneka sambal dan kerupuk. hahaha. Indonesia banget ya gue.


Catatan saja ya:

1, Hotel ini mungkin cocoknya memang buat yang manfaatin untuk simpan barang lalu beraktivitas seharian di luar kamar, lalu pulang untuk tidur nyenyak karena lelah. Bukan hotel untuk liburan. Walaupun minimalis tapi tetap terasa premium kok.

2. Cocok banget untuk yang cari hotel budget di tengah kota Jakarta. Terutama kalau ada pertemuan-pertemuan bisnis yang mengharuskan datang pagi. dari pada macet. Mendingan nginap di sinilah. Apalagi dari luar kota.

3. Asyiknya kalau saya dari Bandung, dekat sekali dengan kawasan Jalan Blora. Tempat favorit para pengguna jasa travel. Bahkan juga dekat dengan stasiun kereta Semanggi. Jadi kalo mau kabur ke luar kota, hehehehe, ya gampang.

4. Strategis ke Thamrin City. Soalnya saya sempat lupa bawa batik, nah ke Thamrin City cuman 10 menit pakai ojek sampai. Asal pintar nawar ojek aja.