Wednesday, December 30, 2015

Selfie Menantang Maut di Terowongan Nagreg


Bila naik kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya  menuju ke kota Bandung, mau tak mau akan melewati Jalan Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung. Menariknya, di ruas jalan yang dibangun mulai tahun 2007 dan digunakan sejak 2010 ini terdapat jalan yang diapit dua belahan bukit. Agar tak longsor dinding bukit pun ditahan, sehingga membentuk sebuah terowongan. Dan terowongan ini sangat menyita perhatian masyarakat.


Ya, terowongan Lingkar Nagreg ini memiliki desain yang menarik dan sangat memancing siapa pun untuk mengabadikannya di kamera. Bahkan sejak belum musim selfie, kita bisa melihat banyak pengendara motor berhenti di sekitar terowongan sekadar mengabadikan momen melewati terowongan cantik tersebut.


"Desainnya menarik. Kalau foto di sana seperti berada di luar negeri," kata Sandy, 25 tahun, dari Garut.


Seiring musim selfie dengan tongsis,  masyarakat makin ramai berhenti di sekitar terowongan, pedagang kaki lima pun bermunculan. Karena tak sedikit yang akhirnya beristirahat lama. Kawasan ini nyaris seperti obyek wisata dadakan. Padahal menurut kepolisian setempat,  jalan tersebut merupakan kawasan berbahaya karena kendaraan yang sedang melewatinya cenderung meninggikan kecepatan mobilnya.



Kendati larangan behenti untuk berfoto di terowongan Nagreg sudah disiarkan tetap saja masyarakat bandel.  Terutama saat liburan panjang mudik dan tahun baru seperti sekarang ini. Agar tak terjadi hal-hal yang tak diharapkan, puluhan petugas polisi pun disiagakan untuk mengahalau warga yang hendak berfoto.

Foto: Polres Bandung, Fokus Jabar, Twitter