Tuesday, January 19, 2016

Bripda Asrul Merasakan Manfaat Taekwondo





Saat bertemu Bripda Asrul Muis di tempat kerjanya di Kantor Polda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar,  nyaris tak percaya sosok di depan  saya adalah seorang anggota Polri. Sama seperti di akun media sosialnya, pria ini tampak seperti anak SMA yang memakai seragam polisi. Tak jauh beda  dengan wajahnya ketika mengukir prestasi dengan seragam taekwondonya di SMA.


"Ya, teman-teman juga kadang meledek saya kayak anak SMA," ungkap pria bernama lengkap Andi Muhammad Asrul Abdul Muis. Dia menyikapi komentar itu dengan tersenyum tanpa mengambil hati. Bahkan di lapangan pun, kadang warga menatapnya dengan sikap aneh tak percaya dirinya seorang polis.  "Tapi kalau sudah lama kenal nggak bilang begitu lagi."

Padahal, Asrul mengaku sudah memasuki usia kepala dua. Bahkan dirinya bukan polisi yang lulus SMA langsung masuk Secaba. "Saya sempat kuliah dulu sekitar tiga semester," ucap mantan mahasiswa Universitas Muslimin Indonesia ini.


"Awalnya saya memang belum kepikiran jadi polisi. Tapi kemudian ibu saya menyarankan saya mencoba jadi anggota Polri lewat jalur Secaba. Saat itu memang kalau tidak salah Polri sedang menerima banyak anggota. Demi Ibu, saya turuti, dan ternyata saya berhasil masuk. Kuliah pun harus ditinggalkan dulu. Mungkin nanti saya lanjutkan lagi," ungkap pria berdarah Bone kelahiran 4 April 2004 ini.

Lantaran pernah jadi mahasiswa, Asrul juga memahami betul gejolak teman-temannya di kota Makassar. Terkadang ada juga yang mengkritik keploisian walaupun tidak langsung. "Ya, saya terima kritik mereka jika memang caranya baik. Kalau kurang enak, saya tegur juga," sambungnya.

Asrul sempat mengukir prestasi lewat keterampilan  bela diri taekwondo. "Waktu SMA pernah juara pertama kejuaraan taekwondo tingkat pelajar se-Sulawesi selatan. Setelah itu belum pernah ikut lagi. Apalagi sejak jadi polisi. Belum menemukan wadah yang tepat untuk meneruskan taekwondo," jelas pria yang lihai memainkan nunchaku alias double stick ini.








Toh, polisi yang gemar nonton film ini mengaku masih melatihnya sendiri. Apalagi secara tidak langsung bermanfaat untuk profesinya sebagai polisi. "Saya di bagian Dalmas, jadi sebenarnya tidak sampai harus melakukan hal-hal fisik. Tapi setidaknya saya bisa lebih mengendalikan diri di situasi kacau karena punya bekal bela diri. Misalnya saat menangani demontrasi," lanjut pria berdarah biru ini.

Tahun ini, Asrul dan teman-teman seangkatannya letting 38 sudah dinyatakan bebas untuk menikah setelah kontrak dua tahun. Adakah rencana menyunting seorang gadis? "Saya masih single. Dan InsyaAllah kalau sudah ada jodohnya segera menikah. Tapi saya nggak mau pakai pacaran-pacaran," tandasnya.