Monday, January 4, 2016

Tips Jadi Travel Photographer ala Raiyani Muharramah




Namanya kerap terbaca di rubrik traveling beberapa majalah umum maupun majalah maskapai penerbangan. Yang senantiasa mencuri perhatian adalah foto-foto yang dijepretnya sangat memanjakan mata. Tak heran jika perempuan bernama Raiyani Muharramah ini masuk dalam daftar travel photographer terbaik di Indonesia.

Single mother ini menjalani dunia fotografi sekaligus menulis freelance  sejak 1995. Namun kiprahnya sebagai travel photographer di berbagai majalah sejak 2007. “Dulu saya bekerja sebagai pegawai negeri sipil, lalu pindah jadi pialang, pindah lagi ke bank swasta. Tapi karena passion saya berkata lain, sejak 2006 memutuskan menjadi full time photographer,” tutur kelahiran  Medan, 5 Februari 1973 ini.

Sampai saat ini, Raiyani mencatat sudah menjelajah tigapuluh provinsi dan lima negara. “Saya suka menjadi travel photographer karena tantangannya besar.  Mulai dari wilayah yang belum familiar, transportasinya, hingga biaya yang kadang di luar perkiraan,” kata pemilik blog pribadi  raiyani(dot)net ini.


Banyak sudah pengalaman yang sudah diabadikannya lewat foto dan tulisan. Dari sekian banyak, Raiyani mengaku paling berkesan dengan dua tempat. “Paling berkesan di Papua dan Kalimantan Timur. Saat mengunjungi gua prasejarah yang harus naik perahu sempit  membelah Sungai Bengalon yang penuh buaya, memanjat tebing karst, sampai tidur di dalam gua,” ucap ibu dua anak yang kerap menyabet juara kontes foto nasional ini.

Sepertinya, memang berat tugas travel photographer untuk seorang wanita. Namun Raiyani mengelaknya. “Nggak sulit asal ada kemauan keras. Pokoknya harus matang persiapan pengetahuan lokasi, persiapan perlengkapan dan keamanan pribadi juga,” tegas empunya akun instagram @raiyanim ini. 



Sekadar tips, buat cowok maupun cewek yang ingin mengeluti dunia travel photiographer yang mengasyikkan ini, Raiyani membocorkan. “Pelajari teknik fotografi dengan baik. Mulai dari angle, komposisi,  sampai waktu terbaik untuk memotret.  Rajin membaca dan mencari tahu banyak hal, pahami obyek yang akan dituju, rajin mencatat informasi,  untuk bahan keterangan foto dan tulisan. Yang paling penting rasakan dan nikmati setiap sudut dan waktu saat traveling. Kesulitan, tantangan dan kenangan baik maupun buruk akan memperkaya tulisan dan foto yang kita hasilkan,” papar pemilik blog galeribogor (dot)net ini.


Lantas, bagaimana bagi  yang terbatas dana untuk traveling? “Cari sponsor dengan barter foto tulisan. Dijamin perjalanan jadi lebih murah,” tuntas  Raiyani.

Foto2: Raiyani M