Monday, January 11, 2016

Tips Sukses Jadi Desainer Buku dan Sepatu Ala Eka Kurnia Sari





Nama Eka Kurnia Sari di kancah perbukuan sudah tidak bisa dibilang baru lagi. Karyanya berupa desain buku anak hingga dewasa sudah bolak-balik menghiasi toko buku. Padahal wanita berhijab ini sama sekali bukan lulusan jurusan desain.

“Saya mendesain buku sejak tahun 2008 . Sebenarnya saya lulusan Teknologi Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB).  Sempat kerja di bidang pangan juga satu tahun.M erasa bukan passion saya, dan terus-terusan disuruh jadi PNS oleh  orangtua, sedangkan saya nggak mau,  akhirnya saya nekat hijrah ke Bandung,” papar kelahiran kelahiran Jakarta, 21 Desember 1985 ini.

Di Bandung, Eka bekerja di sebuah penerbit ternama. “Jujur, awalnya agak amazed, secara saya nggak ada background desain sama sekali. Semuanya otodidak,” sambung isteri komikus Hendranto Pratama Putra ini. Skill mendesainnya pelan-pelan makin terasah sambil bekerja.  

Di kantornya Eka pun kerap memberi ilmu dan tips kepada desainer buku yang magang maupun baru bekerja. “Tips dari saya, mereka saya minta terus belajar dan jangan cepat puas. Kebanyakan anak muda sekarang terlalu bangga dengan skillnya sendiri , sehingga tidak mau melihat yang lain. Ini yang membuat karirnya jadi mentok, sambungnya.







Selain mendesain buku, ibu satu anak ini pun memiliki bisnis sepatu dengan  label Silly Sally pada tahun 2013. “Pada awal kemunculan Silly Sally, saya fokus di sepatu lukis,  karena memang sedang ngetrend. Saya melukis dan menjual melalui on-line. Tapi namanya trend pasti akan surut,” kisah perempuan yang senantiasa berpenampilan modis ini.

“Saat trend surut, saya puter otak lagi gimana caranya supaya bisnis tetap berjalan. Akhirnya, saya memutuskan untuk bikin sepatu sendiri. Saat itu saya terjun langsung di Cibaduyut, keluar masuk gang cuma untuk nyari pengrajin yang pas dengan saya.  Saya cari yang bagus hasilnya, cepat, nggak terlalu mahal, dan nggak gaptek . Karena saya harus koordinasi desain dan lain-lain via internet. Alhamdulillah, dapet yang pas, dan berlanjut hingga sekarang,” kata Eka.

Dalam membangun brand pun, Eka memiliki strategi. “Kita harus menemukan jati diri alias signature style dari brand yang kita buat. Dari pencarian itu akhirnya terbangun image Silly Sally yang nyentrik, nyeleneh, bold, dan up-to-date. Bisa dilihat dari desainnya yang beda dan berani, terutama di cutting solenya, dan up-to-date karena saya berkiblat pada trend di luar negeri,” tutur Eka.  

Lantas apa hubungan desain sepatu dan buku?

“ Ada kok. Selain di sense desain pastinya, kita juga dituntut untuk melek trend. Misal di buku lagi trend cover ala-ala Korea, kita harus bikin yang sesuai, karena namanya trend pasti kan sesuai selera pasar ya. Sepatu juga kayak gitu, cuma bedanya untuk sepatu saya kiblat trendnya ke luar negeri, beda sama cover yang emang ngikutin trend lokal,” jelas desainer yang kerap bolak-balik pameran ini.

Nah, buat Anda yang tertarik jualan sepatu sekaligus mendesain sendiri. Ini ada tipsnya.

“Kenalkan dulu produknya .  Harus punya diferensiasi dari yang lain. Entah itu dari modelnya atau sistem marketingnya yang membuat produk kita lebih unggul. Khusus untuk desainer sepatu, nggak harus bisa gambar bagus-bagus amat. Yang penting kita bisa mengkomunikasikan desain kita ke pengrajin, karena si pengrajin inilah yang bakal merealisasikan produk kita nantinya.

Yang paling penting juga kalau mau membangun bisnis, adalah harus tahan banting. Berani memulai bisnis itu harus berani rugi. Rugi itu biasa dalam bisnis, jangan dianggap itu sebagai kegagalan, tapi jadikan itu tempaan yang membuat kita jadi matang dan lebih baik lagi ,” tandas Eka