Friday, February 5, 2016

Merinding Saat di Museum Kalimantan Barat



Sebelum keliling kota Pontianak, Kalimantan Barat, sebaiknya datanglah lebih dulu  Museum Provinsi Kalimantan Barat  di Jalan Jenederal Achmad Yani. Sebab dari sinilah kita bisa mengenal betul sejarah serta budaya yang ada di Pontianak, bahkan Kalimantan Barat.

Saya merasakannya ketika menyambangi museum yang menyimpan berbagai benda-benda bernilai historis dari tiga suku besar yang ada di Kalimantan Barat, yaitu: Suku Melayu, Suku Dayak, dan Suku Tionghoa.

Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika saya tiba. Beberapa pengunjung lokal terlihat memasuki pintu museum setelah membayar tiket masuk di depannya. Petugas museum dengan ramah langsung menyambut dan mempersilakan saya untuk melihat koleksi museum. Mereka juga siap memberikan informasi yang dibutuhkan.

Ruangan pertama yang saya masuki seperti ruang pengenalan tentang peradaban. Di sini saya bisa melihat koleksi geologika berupa peta dan jenis batu-batuan. Juga koleksi biologika berupa tengkorak atau rangka manusia, tumbuhan, dan binatang. SEmaikn seru ketika melihat koleksi arkeologika berupa benda  peninggalan budaya sejak masuknya budaya Barat seperti kapak perimbas , serpih dan mata panah , beliung, kapak persegi dan gerabah, serta manik-manik dan nekara



Keliling museum ini maskin mengasyikan ketika naik ke lantai atas melihat Ruang Budaya Kalimantan Barat, meliputi tujuh unsur kebudayaan: religi dan upacara kebudayaan, mata pencaharian hidup, organisasi kemasyarakatan, teknologi dan peralatan, pengetahuan, kesenian, bahasa.

Jujur saja saya merasa merinding ketika masuk ke sini karena kental dengan suasana mistis. Terutama ketika tiba di koleksi yang berhubungan dengan kematian, seperti Tiang Sandung orang Dayak yang merupakan tempat menaruh abu ataupun jenazah, kain kafan orang Melayu dan alat-alat untuk melakukan perdukunan pada jaman dahulu.



Bisa terbayang jika tiba-tiba lampu di museum mati dan saya sendirian di depannya. Hiiy. Tapi jangan takut, karena selalu ada petugas museum yang menmani dan memrikan informasi jelas ihwal koleksi museum.




Setelah itu, saya menuju ruang khusus koleksi keramik yang membuat saya ingin membawanya pulang. Hehehe. Tentu saja dilarang keras. Jadi nikmati saja sambil merasakan betapa kayanya budaya Indonesia ini sejak dulu.

Di luar museum, saya juga melihat koleksi menarik seperti miniatur rumah adat dan perahu lancang kuning yang biasa dipakai Raja Pontianak berkeliling di Sungai Kapuas pada masanya.

Nah, berminat ikut merinding?



Foti-foto: Benny Rhamdani