Monday, March 28, 2016

Yuk, Intip Aktivitas Empat Sipir Ganteng Indonesia



Sosok sipir lembaga pemasyarakatan di kebanyakan film identik dengan wajah sangar dan kasar. Tapi tidak demikian halnya dengan kenyataan. Sipir-sipir banyak juga yang memiliki wajah ganteng. Mereka bahkan bisa membuat hati wanita klepek-klepek dalam pandangan pertama.

Di Indonesia, beberapa sipir ganteng memiliki banyak penggemar khusus di media sosial. Yuk, kita intip siapa saja mereka dan apa kegiatan mereka.


Edward Roberto





Penampilan pria ini lebih mirip bintang drama Korea Selatan ketimbang sipir lapas. Saat disampaikan tentang itu, Edward Roberto yang bertugas di lapas kelas IIB Sungailiat, Bangka, ini hanya tersenyum. Edward kemudian bercerita telah menjadi sipir Desember 2010.

"Awalnya saya nggak ngerti apa-apa tentang sipir. Waktu itu saya kuliah jurusn teknik pertambangan. Tapi karena nggak mau menyusahkan orangtua saya ikut tes menjadi sipir. Ternyata saya diterima, lalu mundur dari bangku kuliah. Selang beberapa tahun, saya kuliah lagi mengambil jurusan hukum pidana, sesuai dengan pekerjaan saya," kata pria 23 tahun ini.

Pekerjaannya menjadi sipir membuat Edward sekarang lebih luwes dalam bergaul. "Sebelumnya saya cenderung antisosial. Apalagi di sini saya ditugaskan benar-benar membina narapidana agar punya keterampilan lebih untuk bekal ke depan," jelas pemilik akun instagram @edwardrobertoharianja ini.

Sisi positif lainnya yan bisa dipetik adalah Edward mampu membaca gerak-gerik orang yang mau bertindak kriminal. "Dari bahasa tubuh maupun omongan bisa diketahui. Selain itu, saya jadi mengerti alasan tindak kejahatan itu terjadi," tandasnya.


Restu Al Halim





Profesinya menjadi sipir nyaris sama dengan Edward. "Saya iseng-iseng saja mengikuti test. Tidak tahunya diterima," ujar Restu Al Halim yang berparas tampan ini.

Pria berusia 23 tahun ini menjadi sipir di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Muara Enim, Sumatera Selatan sejak 1 April 2014. "Selama jadi sipir banyak sekali hal yang semula saya tidak tahu jadi tahu.  Bahkan kata-kata yang dulu dianggap tabu, jadi terbiasa di telinga. Jadi sipir itu enak sekali. Saya bisa mengenal banyak karakter manusia. Saya juga bisa kenal pelaku kriminal mulai dari kelas kakap sampai kelas teri," tutur Restu.

Rineldo Ferry Aditama






Rineldo Ferry Aditama mendaftar menjadi PNS di Kemenkum dan HAM Knwil Jawa Timur di Surabaya dengan niat kerja kantoran. Tapi begitu diterima, dia langsung diorientasikan berhadapan langsung dengan napi di Lapas kelas 1 Madiun. Dari sanalah Ferry menyadari tugas utama di kantor barunya.

"Sempat deg-degan juga awalnya karena belum pernah masuk lapas. Tapi sekarang sudah biasa," lanjut pria berusia 26 tahun ini. Pengalamannya sebagai sipir lapas sangat bermacam. Pernah pula Ferry harus menenangkan penghuni lapas yang hendak bunuh diri karena stres.


Harry Indrawan


Harry Indrawan bekerja menjadi sipir sejak tahun 2014. Tidak tanggung-tanggung, Harry ditempatkan di lapas narkotika Karang Inten, Kalimantan Selatan. Bagi masyarakat awam, lapas narkotika sering dianggap mengerikan. "Ternyata setelah saya berada di sini, warga binaannya sangat ramat, sopan dan tertib," tutur pria berusia 21 tahun ini.

Harry mengaku tetap waspada di dalam pekerjaannya meskipun warga binaan terlihat tenang. "Kami tetap diminta tetap fokus, tetap waspada dan tetap pintar dengan situasi lapas," jelasnya.