Thursday, April 28, 2016

Ini Alasan Praja IPDN Pakai Seragam Ketat



Pernah berpapasan dengan praja Institut Pemerintahan dalam negeri (IPDN) atau melihat foto-foto mereka di media sosial? Tidak sedikit masyarakat yang melihat langsung menilai pakaian seragam mereka tampak ketat. Beberapa yang melihat malah merasa pakaian seperti itu tidak nyaman dipakai.

Penasaran oleh tanggapan masyarakat tersebut saya meminta tanggapan para purna praja yang tentu sudah lulus dari IPDN. Apa ya kata mereka?


 Ada Aturannya



Rakha Dhifan Luthfi Febriansyah, S.STP yang pernah menjadi praja IPDN Jatinangor, Jawa Barat, menejalsakan bahwa pakaian seragam IPDN sudah diatur di dalam Permendagri No.46 tetantang Pearturan Tata Kehidupan Praja (Petadupra).

"Di peraturan itu dijelaskan bahwa pakaian harus menyesuaikan dengan bentuk badan. Tapi terlalu ketat juga nggak boleh sebetulnya. Ada aturan dilebihkan  ukurannya di bagian perut dan lengan," jelas pria yang kini dinas di Bagian Perencanaan dan Program Dinas Ksehatan Provinsi Jawa Barat ini.

"Selama pakai seragam IPDN dulu, saya merasa baik-baik saja karena aturannya sudah begitu," tambah Rakha. Secara jangka pendek maupun panjan, Rakha pun tidak merasakan efek negatifnya bagi kesehatan. "Malah jadi termotivasi untuk membentuk badan jadi lebih bagus. Badan bagus kan nggak cuman milik polisi dan tentara. Sipil juga bisa."



Lebih Percaya Diri

Putut Kristiawan yang masih tercatat menjadi praja di IPDN Jatinangor menyatakan bahwa seragam yang dipakainya justri tampak rapi. "Pakaian jadi rapi dilihatnya, dan tidak bekerut. Elegan dan enak dilihat," ucapnya.

Agar tetap nyaman Putut  melebihkan sekitar dua sentimeter agar ada sirkuasi udah pada ukuran bajunya. "Biar tubuh masih bisa bernapas dan saraf di tubuh bisa lancar bekerja," tutur Putut.

Putut yakin penampilan seragam yang pas membuat praja IPDN enak dilihat. "Penampilan memang bukan yang utama,  tetapi yang pertama dilihat kan penampilan," imbuhnya.

Efek yang dirasakan Putut selama mengenakan seragam IPDN adalah dirinya menjadi lebih percaya diri. "Karena enak dipandang dan elegan jadi menimbulkan rasa percaya diri," katanya.


Menyesuaikan



Aris Ratu Djaga purna Praja IPDN Jatinangor menyebut ukuran seragam IPDN bukan ketat melainkan pas. "Alasan pertama biar terlihat rapi dan gagah," ulas mahasiswa program pascasarjana ini.

Kedua, seragam yang pas juga bisa jadi alat untuk mengontrol berat badan. "Jadi kalau pakaian jadi terasa sempit, artinya berat badan mlai naik  tidak terkontrol," sambung Lurah Teladan Nasional 2015 ini.

Pakauian seragam yang pas juga menurut Aris untuk membatasi aktivitas yang tidak penting praja selama masa pendidikan. "Seragam IPDN sejauh yang saya rasakan masih aman. Kalau ada kegiatan yang ekstrim mungkin jadi terbatas saja. Mengenai celana yang tampak terlalu ketat, itu sebenarnya tetap nyaman karena bahannya kan nggak dari denim," tambah Aris.

Jika memang seragam yang dipakai praja mulai dirasa tidak nyaman, pihak IPDN toh tetap membolehkan praja untuk menyesuaikan. "Seragam IPDN kan awalnya memang jatah dari kampus. Tapi berikutnya bisa jahit sendiri," tandas Aris.