Wednesday, April 6, 2016

Kisah Cinta Kowad Cantik Ini Bikin Netizen Meleleh


Jodoh memang misterius. Hal ini yang dialami Serda Nining Pertiwi. Kowad cantik yang biasa disapa Ndy ini tak mengira bisa jatuh cinta dengan pria yang mengisenginya melalui BBM. Bahkan kisah cintanya yang dipaparkan di akun instagramnya banyak membuat netizen meleleh.

Saat itu Ndy menerima undangan berteman melalui BBM dari seorang pria yang tak diokenalnya. Pria itu berterima kasih karena perkenalannya diterima. Ndy hanya membalas sepatah kata: Iya.

Keesokan harinya pria itu mengirim pesan lewat BBM lagi. Ndy jadi tertarik memerhatikan profil itu. "Hmm, lumayan ganteng juga," pikir Ndy dalam hati.

Akhirnya, Ndy sering bertukar pesan dengan pria Sangkan Phinandhita Gusti itu.Ndy jadi tahu jika Sangkan baru putus dengan pacarnya. Dia mendapatkan PIN BBM Ndy dari teman lettingnya diam-diam. Sangkan mengaku langsung tertarik dengan foto Ndy danhanya memilih Ndy dari sekian banyak teman BBM di ponsel temannya.





Saat ditanya soal pekerjaan, Sangkan mengaku sebagai mahasiswa tingkat akhir. Sempat Ndy merasa malas melayaninya lagi. Ndy malas berurusan dengan ank kuliah yang masih berondong. Namun Sangkan terus menerus dengan pesan penuh perhatian, seperti: "Sudah makan belum?" atau "Jangan capek-capek ya, Mbak, kerjanya."

Bagi Ndy hal sepele begitu membuatnya senyum-senyum sendiri. Dan Ndy makin meleleh karena Sangkan hobi menyanyi. Suara merdu yang dikumandangkan Sangkan saat bertelepon membuat hati wanita yang dinas di Pusat penerbangan Angkatan Darat ini meleleh.


Sebulan setelah kenalan, Sangkan menyatakan cintanya kepada Ndy lewat BBM. Caranya 'menembak' dengan meminta Ndy mendengarkan lagu Bintang Hidupku dari Ipang. Ditambah pernyataan Sangkan," Walaupun cuma chat doang sama Mbak, aku ngerasa hati aku adem."

Walaupun tahu itu rayuan, Ndy merasa hatinya berbunga dan tiba-tiba mau menerima Sangkan. Tidak terpikir di benaknya mau bertemu atau tidak.

Sampai bulan ketujuh mereka hanya pacaran melalui BBM. Hingga akhirnya Sangkan yang tinggal di Malang, Jawa Timur, minta dijemput di Bandara Soekarno Hatta. Mereka pun bertemu. Lucu Ndy maupun Sangkan tak banyak bicara di dalam taksi.

Di sinilah Sangkan mengaku bahwa dia sesungguhnya baru dilantik jadi perwira TNI ANgkatan Laut. Ndy pun menyadari karena saat bertemu Sangkan terlihat botak dan kulitnya masih hitam.

Sebulan kemudian agkan mengajak Ndy bertemu orangtuanya. Meskipun malu-malu, Ndy memenuhi permintaan kekasihnya itu. Tak dinyana orangtua Sangkan menerimanya dengan penuh kehangatan. Jalan setahun pacaran jarak jauh alias LDR ditempuh dengan suka cita. Kadang Sangkan yang ke Jakarta, atau sebaliknya. Bahkan lebih sering berkomunikasi lewat video call.

Dua tahun pacaran berlangsung, hubungan makin serius. Tiba-tiba ujian datang. Sangkan harus tugas di luar negeri selama lebih dari satu tahun. Ndy sempat membujuk Sangkan agar menolaknya. Tapi kemudian Ndy menyadari, dia semestinya mendukung karir Sangkan. Maka akhirnya dia justru memberi doa sepenuh hati. Hanya tentara yang bisa mengerti tentara lagi, katanya dalam hati.

Ujian memberat karena tiba-tiba hubungan terputus. Komunikasi tidak lancar. Bahkan orang ketiga sempat mapir di kehidupan mereka. Pada bulan ke enam berpisah, tiba-tiba Sangkan kembali ke Indonesia dan mengungkapkan janji setianya kepada Ndy sekali lagi. Ndy terharu ketika di Tanjung Priok Sangkan memintanya menunggu sampai dia pulang dari tugas.

Hubungan membaik. Namun kejutan kembali datang. Sangkan tiba-tiba ingin melamar Ndy. Karuan Ndy bingung karena Sangkan masih tugas di luar negeri. "Biar kita nggak bertengkar lagi dan nggak ada orang ketiga di natara kita," ucap Sangkan.



Sebulan kemudian orangtua Sangkan menemui orangtua Ndy di Makassar, Sulawesi Selatan. Ndy resmi dilamar. Uniknya, karena Sangkan berada di luar negeri, kehadirannya cukup dengan video call. Enam bulan kemudian, Ndy baru resmi dilamar orangtua Sangkan. Tak lama setelah Sangkan berakhir tugas.

Penantian cinta Ndy berakhir dengan aroma musim semi yang bertabur bunga. Prosesi pernikahan pun berjalan lancar.

"Sepanjang menuju pernikahan selalu ada yang membenci hubungan kami, bahkan ingin menggoyahkan. Tapi seberapa kuat gangguan itu, kami berusaha kuat dan tegar membuktikan kekuatan dan kuasaan Tuhan akan cinta yang tulus ini," ungkap Ndy.

Kini Ndy berharap segera dikarunia seorang anak dan berusaha menjaga cintanya kendati masih berumahtangga secara jarak jauh.