Monday, April 4, 2016

Mengintip Keindahan Dalam Laut di Teluk Buyat

Mengintip keindahan Teluk Buyat. (foto. Ares)


Senang menyelam ataupun snorkeling? Coba saja basah-basahan di Teluk Buyat, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Saya dan beberapa teman blogger baru saja menyambangi dan menemukan keindahan bawah laut nan menawan.

Untuk mencapai lokasi ini dari Jakarta harus ke Manado terlebih dahulu. Dari sana naik kendaraan lewat jalur darat sekitar tiga jam lebih. Perjalanan melewati daerah perbukitan Tomohon dan Mihasa Tenggara, sehingga tak heran jika medannya naik turun serta berliku.

Bagi yang memakai kendaraan umum bisa naik bus sampai Kecamatan Belang, lalu disambung ojek. Tapi saya sarankan mencarter mobil saja. Apalagi jika kita tentunya membawa perlengkapan snorkeling ataupun diving. Pasalnya di lokasi tidak ada rental peralatan selam.

Tujuan akhir adalah Pantai Lakban, Ratatotok yang berada di tepi Teluk Buyat. Pernah mendengar nama Teluk Buyat, kan? Ya, namanya memang sempat hits ketika aktivis lingkungan menuding PT Newmont Minahasa Raya (NMR) melakukan pencemaran akibat pembuangan limbah tambang (tailing) pada tahun 2004. Setelah melewati  proses pengadilan mulai 5 Agustus 2005, akhirnya pada 24 April 2007 berhasil dibuktikan melalui sejumlah penelitian bahwa PT NMR tidak bersalah dalam kasus pencemaran lingkungan.

Bertemu gugus karang keras.
(foto Davin)


Saat saya dan teman-teman blogger ke Teluk Buyat, perusahaan tambang besar dari Amerika itu sudah tidak beroperasi karena sudah berakhir kontrak karya dengan pemerintah. Namun beberapa peninggalan kabin dari kantornya menjadi tempat kami singgah, sebelum akhirnya pergi naik speedboat untuk mengenali dunia bawah laut di Teluk Buyat.

Semuanya subur.
(Foto: Jerry)


Kami berangkat dari Pantai Lakban di kaki Bukit Harapan untuk menuju spot pertama dekat gugusan Pulau Putu-Putus. Tanpa banyak waktu sebagian langsung menyelam, sebagian lagi snorkeling. Tidak sulit untuk melihat karang meja maupun karang otak. Beberapa ikan laut, seperti anemon dan cardinal kuning, juga sangat mudah ditemukan. 

Serunya rame-rame


Lantaran arus makin kuat kami berputar dengan speedboat menuju spot kedua yang lebih dekat dengan Pantai Lakban. AIrnya menurut saya lebih jernih, tapi memang lebih dalam. Jadi untuk menemukan biota laut harus menyelam. Baik memakai atau tanpa tabung.

Teluk Buyat terkenal dengan karang keras dan bidang acropora yang luas. Bisa dengan mudah melihat gorgonia berwarna merah muda, merah maupun jingga, yang diselubungi crinoid, hewan laut mirip bunga bakung. Gorgonia juga kerap disebut cambuk laut.

Dari tahun 2006 hingga 2016 ini tim Panel Ilmiah Independen (PII) Universitas Manado menyatakan pertubuhan luar biasa kekayaan laut Teluk Buyat.  Di kedalaman 20 meter bisa dilihat kelinci laut (nudibranch), acropora, ikan karang, damsel, sweet lips fish dan masih banyak lagi.

Setidaknya terdapat 24 spot menyelam yang indah di sekitar Pulau Putus-Putus, Pulau Racun, Pulau Tulang.


It is me

Foto. Raiyani


Saya sendiri merasa senang bisa mengintip keindahan dalam laut Teluk Buyat ini walaupun tak sampai menyelam seperti teman-teman lainnya. Mungkin lain kali saya harus mencobanya, setelah mendapat sertifikat selam.