Sunday, April 17, 2016

Sembilan Penyelamat saat Tanggal Tua Tiba



Banyak cerita tentang kehebohan di tanggal tua.  Sehingga banyak orang memiliki kisah tanggal tuaku. Saya sebagai seorang ayah sekaligus suami yang bekerja sebagai karyawan swasta dengan gaji bulanan pun mengalami hal serupa. Biasanya sindrom tanggal tua ini mulai terjangkit pada tanggal 20 atau seminggu sebelum gajian.

Tentu saja saya sudah mengantisipasi dengan berbagai cara, mulai dari hidup hemat hingga menabung. Tapi tetap saja kebutuhan hidup keluarga sepertinya terus melambung, dan terkadang harus banyak akal mengatasinya agar masih bisa belanja kebutuhan hidup, makan enak, dan kuota Internet penuh buat ngeblog dan media sosial.


Selain sebagai karyawan, saya juga seorang blogger profesional yang sebisa mungkin mendapatkan pendapat finansial dari kegiatan ngeblog. Kerap kali aktivitas sebagai blogger bisa menolong saya melewati jerat tanggal tua.


Kisah Tanggal Tuaku


Uang Nyelip

Saat memiliki uang lebih maupun cukup, terkadang kita kurang begitu apik menyimpan uang. Begitu pula saya. Terkadang karena terburu-buru menyelipkannya di sembarang tempat. Nah, biasanya saat tanggal tua saya melacak tas, rak buku, laci meja, dan lainnya.  Walau terkadang lembaran uang yang ditemukan tidak seberapa, tapi benar-benar seperti menemukan harta karun

Koin

Saya menyimpan recehan di fish bowl agar
lebih mudah kalau perlu saat tanggal tua.
(Foto: Benny rhamdani)


Sisa uang kembalian belanja di minimarket dan parkir biasanya berupa uang logam alias koin. Karena seperti kurang bernilai di saat lembaran kertas di dompet masih ada, biasanya digeletakkan begitu saja di kompartemen mobil, laci meja, dan sebagainya.

Saat tanggal tua tiba, koin tersebut bisa menjadi penyelamat jika dikumpulkan. Bahkan terkadang nilainya bisa untuk beli makan siang. Walaupun terkadang untuk membayarnya agak gengsi juga. Jadi disiasati saja dengan mencampur bersama uang kertas.


Jual Barang

Sebenarnya saya kurang pandai dalam menjual barang. Tapi kalau sudah kepepet mau nggak mau harus melakoninya. Biasanya barang yang saya jual adalah hadiah dari lomba-lomba ngeblog yang tidak terpakai karena sudah punya, seperti ponsel atau kamera. Yang gampang menjualnya.

Saya biasanya menjual ke teman-teman terlebih dahulu, baru kemudian melalui media sosial yang saya miliki. Lantaran butuh uang, kadang saya menjualnya jauh di harga pasar. Yang penting cepat laku. Kadang juga menyesal saat barang itu terjual. Cara menang lomba blognya saja setengah mati.


Jual Back Link

Ini juga ada hubungannya dengan pekerjaan sebagai blogger. Kerap saya berhubungan dengan agen maupun markom untuk mereview atau sekadar titip link do follow. Sebagai blogger saya memiliki standar rate tersendiri.  Sehingga beberapa kali saya menolak penawaran yang jelas di bawah rate saya.

Biasanya di tanggal tua saya malah mencari mitra saya dan mengambil order titip link di blog saya meskipun di bawah rate. Tentu saya bilangnya bukan sedang tanggal tua atau butuh uang, melainkan sedang memberi diskon.

Kasih Diskon Promosi Instagram

Akun instagram saya @bennyrhamdani_ punya follower lebih dari 50 ribu. Beberapa penjual online sering minta promosi di Instagram saya, bahkan personal akun. Soalnya, saya sering juga menulis di blog dari akun Instagram. Makanya rame.

Tentu saja ada promosi, ada biaya. Nggak mahal juga. Biasanya kalau tanggal tua saya obral. Yang penting ada uang masuk ke rekening dan bisa diambil buat makan siang, misalonya.


Memburu Hadiah

Jika sempat, saat tanggal tua saya juga memburu hadiah yang cepat ke luarnya, seperti pulsa, uang cash atau kode voucher belanja di Twitter, Instagram maupun Facebook.  Dapat hadiah tiket nonton juga lumayan.

Manfaatkan Voucher

Masih ingin belanja di tanggal tua?  Saya biasanya memanfaatkan voucher-voucher belanja yang saya punya. Baik off-line maupun on-line seperi di MatahariMalldotcom . Syukur-syukur sedang ada program diskon bareng yang dibutuhkan.

Acara Blogger

Sebab saya blogger, sering diundang acara launching produk, review restoran, atau sekadar kopi darat. Selalu ada acara makan-makannya. Seru kan makan enak gratis di tempat yang bergengsi. Acaranya bisa buat konten blog, makanannya juga bisa direview. Dan biasanya tempat ngumpul blogger ada wifi gratis yang bisa saya maksimalkan seoptimal mungkin saat kuota sudah habis.

Ikut acara blogger yang pastinya ada acara
makan-makan di resto. Bisa makan enak di tanggal tua.
(Foto: Benny Rhamdani)

Pinjaman

Ini terjadi kalau sudah mepet saja sih. Bisa juga karena jumlahnya yang besar. Saya bisa pinjam ke koperasi kantor atau koperasi warga. Prosesnya tidak sulit karena saya selalu melunasi pinjaman sebelumnya dengan baik, serta membayar iuran dengan lancar.