Monday, April 25, 2016

Tentara Ganteng Berniat Cuti Malah Bekuk Kowad Gadungan



Sabtu pagi itu Serda Mustafa Habibi tiba di Bandara Soekarno Hatta diantar Serda Andy Yusuf. Tujuannya tak lain adalah izin untuk ke kembali ke kampung halaman di Medan, Sumatera Utara. Saat check-in, Habibi tiba-tiba melihat hal yang janggal pada salah satu calon penumpang.


"Saya berpapasan dengan perempuan yang agak mencurigakan karena membawa tas loreng," tutur anggota korp Polisi Militer di  Mabes AD, Jakarta ini.

Berawal dari sanalah mata Habibi tak henti mengikuti gerak-gerik perempuan berusia kisaran 19 tahun itu. Bahkan ketika di ruang tunggu penumpang menjelang keberangkatan. Habibi melihat  perempuan berambut pendek itu bicara dengan beberapa calon penumpang dengan sikap yang tengil.

Limabelas menit kemudian, perempuan itu bertanya kepada petugas bandara letak kamar mandi dengan agak nyaring. Beberapa saat kemudian, perempuan itu kembali dengan pakaian berbeda. Kali ini dia memakai pakaian dinas lapangan (PDL) TNI.


"Dari sinilah saya mulai curiga. Perempuan itu memakai pakaian dengan atribut lengkap, tapi tanpa sepatu. Dia hanya pakai sendal jepit," tutur Habibi.

Bukan hanya itu, Habibi sebagai anggota PM tahu betul ihwal cincin kode etik yang tidak dipakai perempuan itu. "Dia hanya memakai cincin biasa," ucap Habibi.


Habibi bermaksud menanyakannya, tapi panggilan untuk calon penumpang segera masuk ke pesawat sudah terdengar. Akhirnya sambil antre, Habibi menelepon rekannya yang anggota Kowad untuk memeriksa adakah rekannya yang izin cuti. Ternyata, jawaban yang diterima Habibi semakin meyakinkan perempuan tersebut gadungan.


"Tidak ada yang lagi cuti," jelas temannya itu.

Habibi kemudian minta dikirimkan foto Kowad gadungan yang pernah heboh setengah tahun silam. Sayangnya posisi duduk Habibi dan perempuan itu berhauhan. Sehingga Habibi tak bisa mencocokkan langsung.

Habibi pun mencoba dengan cara ke toilet pesawat. sambil berjalan, dia melihat ke arah perempuan itu. Sayangnya, dia juga tidak bisa mencocokkan wajah di foto karena perempuan itu menengok ke luar pesawat. Tapi Habibi melihat di pakaian perempuan itu menempel lambang PM. Habibi ingat betul tidak ada  Kowad di korpnya dengan wajah seperti itu, apalagi tinggi perempuan itu tidak memadai.


Dalam penerbangan, akhirnya Habibi mendapat kesempatan melihat wajah perempuan itu. Dan ternyata memang mirip dengan foto yang dikirim rekannya.

Beberapa cara dipikirkan Habibi untuk menanyainya. Salah satu faktor yang membatasi Habibi adalah dia tengah cuti dan tidak berseragam. Untunglah di pesawat Habibi kemudian melihat seorang tentara berpakaian lengkap dengan pangkat prajurit satu.

Habibi minta rekan tentara itu untuk memback-upnya. Maka saat turun dari pesawat  di Bandara Kuala Namu dan Habibi mendapat kesempatan, maka tidak disia-siakan untuk bertanya ke permpuan itu. Anehnya saat ditanya ihwal kantor dan rekan-rekan dinasnya, perempuan itu menjawab lancar. Dan nama-nama yang disebutkan juga dikenal Habibi.

Habibi tak kehilangan akal, dia minta  perempuan itu menunjukkan KTA (Kartu Tanda Anggota ) TNI AD. "Dia mengelak dan bilang disimpan oleh ayahnya. Dan buat saya ini adalah sesuatu yang janggal KTA bisa dititipkan," tutur Habibi.


Apalagi perempuan itu juga tidak bisa menyebutkan NRP-nya. Alih-alih mengaku kesalahannya, perempuan itu malah mengancam akan mengadukan kepada ayahnya yang berpangkat perwira tinggi dan pamannya yang bintang satu. Habibi tak gentar.

"Saya memintanya mengaku sampai tiga kali sebagai shock therapy. Di situlah dia mulai ketakutan," tambah Habibi yang mulai geram. Dan makin geram ketika perempuan itu minta dilepaskan dan siap membayar Habibi.

Habibi makin yakin perempuan itu Kowad gadungan. Si perempuan kemudian minta izin ke toilet.  Habibi pun segera meminta keamanan untuk mengurus perempuan itu.

Perempuan bernama Indriyani Odelia (19 tahun) kemudian ditangkap dan dibawa oleh Pomdam Lubuk Pakan dan keamanan Bandara ke Polsek Beringin,  Deli Serdang. Pengakuannya pun bermacam-macam. Mulai dari ketakutan karena pernah dikeroyok polisi makanya menggunakan seragam Kowad, mengaku juga karena cita-citanya tidak kesampaian jadi Kowad, sampai sekadar iseng karena ingin jalan-jalan ke Danau Toba.

"Pastinya, saya harap masyarakat jika berkenalan atau berhubungan dengan aparat, harus benar-benar diteliti dengan baik. Jangan sampai malah nanti jadi korban polisi atau tentara gadungan. Jangan melihat dari seragamnya saja," pesan Habibi di akhir ceritanya yang dialami sepekan silam.