Friday, April 29, 2016

Yuk, Kenalan dengan Empat Masinis Ganteng


Pernah naik kereta? Jangan bilang belum. Kalau belum pernah pasti akan ketagihan, apalagi jika bertemu masinis yang ganteng dan ramah. Memangnya ada?

Jangan salah. Masinis kereta juga dilakukan regenerasi. Dan generasi muda masinis kereta api saat ini bisa dibilang nggak kalah ganteng dengan polisi ganteng maupun PNS ganteng. Kenalan yuk dengan mereka.


Jevi Santosa Chaniago


Pria  ini mulai bekerja di PT Kereta Api Indonesia pada Februari 2015 dan diangkat menjadi masinis September 2015. "Sungguh suatu kehormatan bagi saya bisa mengantar penumpang sampai ke tempat tujuan dengan selamat," ungkap Jevi.

Pengalaman pertamanya mengemudi kereta sempat membuatnya gugup. "Sebab yang saya bawa kan manusia. Sempat juga terlewat peron karena yang tadinya mau ngerem malah nggaj jadi ngerem," kenangnya.

Tentu saja saat ini Jevi sudah terbiasa membawa kereta. Bahkan banyak pengalaman seru yang diperolehnya. "Saya paling senang jika setelah mengantar penumpang dengan selamat ada yang mengucapkan terima kasih. Soalnya kebanyakan penumpang ngasih kritik. Paling berkesan selama ini saat bertemu anak-anak yang berteriak memanggil 'Pak Masinis,Pak Masinis! Bawa keretanya hati-hati ya' benar-benar menjadi penyemangat saya bekerja," tutur Jevi yang bekerja di Commuter Line Jabodetabek ini.

Wawan Setiyawan

Pria berdarah Betawi sunda ini mengaku bercita-cita jadi masinis ketika suatu kali naik kereta api ke Bandung. "Saya menganggap masinis merupakan pekerjaan mulia karena bertanggung jawab besar mengantar ratusan nyawa setiap hari. Pasti besar pahalanya," papar wawan. "Jadi tujuan  saya jadi masinis adalah untuk mencari rejeki sambil beribadah. Insya Allah juga menjadi kebanggaan keluarga."

 Tidak mudah untuk jadi masinis. Wawan harus melalui tahap tes masuk, disambung daily check locomotif selama dua bulan, pendidikan tiga bulan, kemudian menjadi asisten masinis atau yang biasa disebut 'nuyul'. "Nah saat 'nuyul' ini saya punya pengelaman berkesan. Ada perasaan gentar saat berada di gerbong paling depan. Kebetulan saat itu ada peristiwa Bintaro. Tapi seiring waktu berjalan, semua jadi hilang. Maut sudah ada yang mengatur. Yang penting kami bekerja sesuai SOP, lainnya pasrahkan saja sama Yang Maha Kuasa," tutur Wawan.

Pria ini mengaku punya pengalaman berkesan saat jadi masinis. Suatu hari selesai dinas ia menuju ke messnya. Ada prang Jepang yang sudah berumur tiba-tiba memanggilnya. "Dia terus bicara dengan saya. Rupanya dia mengira saya orang Jepang karena saya sipit," tutup Wawan.

Selly Ainur Rofiq


Ada yang seru dari masinis satu ini. "Sebelum jadi masinis, saya belum pernah naik kereta api," ungkap pria yang biasa disapa Ainur ini. Toh, ia tetap bertekad melamar di PT KAI menjadi masinis dan akhirnya diterima sejak Desember 2013.

"Saya merasa jadi masinis itu keren," ungkapnya. Saat pertama pegang handle saat menjadi orang ketiga (praktik jalan) Ainur mengaku merasa grogi. "Sampai keringat saya sebesar biji jagung. Hehehe, tapi lama kelamaan jadi terbiasa."

Setelah melewati praktik jalan, Ainur malah merasa nyaman menjalani lokomotif. "Apalagi di kanan kiri lintasan banyak pemandangan yang indah. Tapi saya tetap harus fokus karena membawa nyawa ratusan manusia," imbuh kru Stasiun Pasar Turi, Surabaya.

Banyak pengalaman berkesan yang telah dilalui pria ini. Mulai dari ditabrak mobil, sampai melintasi daerah yang hujan lebat dan berkabut. "Sampai saya pernah tidak kuat menahan perut yang mules saat berada di kabin," ucap Ainur sambil tersenyum.

 Okky Dwi Astanto






Okky sudah menjadi karyawan PT KAI sejak 2010, namun jadi masinis mulai tahun 2013. "Saya ingin merasakan pekerjaan yang berbeda dari yang lain. Pekerjaaan ini unik tapi sangat dituntut untuk bertanggungjawab," ucap Okky.

Pengalaman pertama jadi masinis dilalui Okky dengan perasaan campur aduk antara senang dan dan takut. Banyak jenis lintasan yang harus dilaluinya, mulai dari tanjakan, turunan, sampai tikungan tajam. "Yang juga harus diwaspadai adalah daerah rawan yang oknum warga sering melempari kereta dengan batu," ungkap Okky.

Ada persaan bangga menyelinap di hatinya setiap kali berhasil membawa penumpang sampai tujuan sampai selamat. Toh, Okky punya pengalaman yang tidak bisa dilupakannya saat lintasannya diterobos pengendara motor di daerah tanpa palang. "Saat itu ada seorang bapak nyelonong dengan motrnya. Sampai-sampai motornya nyangkut. Itu memang kecelakaan yang tidak bisa dihindari. Karenanya saya berharap pengguna jalan lebih berhati-hati saat melewati lintasan kereta yang tidak berpintu. Masinis hanya bisa mengingatkan lewat semboyan peluit lokomtifnya," tutup Okky.