Sunday, May 29, 2016

Serasa Punya Kebun Jambu Biji Sendiri di Padang Pariaman





Rumah saya di Bandung tidak punya halaman luas. Terkadang saya membayangkan memiliki kebun luas dengan tanaman buah-buahan dan saya bisa menikmati buah-buahan itu dengan memetik langsung. Impian itu terwujud saat saya mengunjungi Ariza Farm di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Kebun itu bernama Ariza Farm, khusus menanam pohon jambu biji. Agak menantang untuk mencapai kebun ini. Dari jalan raya masuk ke jalan yang makin menyempit naik dan turun. Tapi saya senang karena bisa melihat rumah-rumah perkampungan dan masjid kembar yang eksotik. ampai akhirnya mendapatkan sebuah gerbang bertuliskan nama perkebunan itu.

Setelah membayar tiket masuk Rp.5000 per orang (dewasa) saya langsung diizinkan untuk mengelilingi kebun jambu biji meraha seluas 8 hektar ini. Saya boleh memetik sendiri jambu yang diinginkan. Karena jumlah pohon yang banyak dan bercabang rendah, agak sulit juga mencari jambu yang layak dipetik.


\Apalagi, petugas setempat baru saja memanen. Jadi baru lima belas menit saja saya sudah nyerah. Apalagi sepatu saya mulai sering menginjak jambu-jambu yang berjatuhan. Tapi setidaknya saya sudah bisa merasakan punya kebun jambu biji merah walaupun sebentar.


Jambu-jambu di kebun ini tidak hanya untuk wisatawan yang biasanya rombongan sekolah dari sekitar Sumatera Barat, tapi juga dipanen dan dijual ke beberapa kota di Sumatera Barat, bahkan hingga provinsi sekitar Sumatera Barat.



 

Setelah dipetik, jambu akan melalui proses penyortiran, dicuci barulah kemudian dikemas untuk dijual. Pengunjung juga bisa membawa pulang jambu biji dengan membayar Rp10.000/kg. Ya lumayanlah, karena harga jambu biji merah sekarang juga sudah mahal. Apalagi saat wabah demam berdarah menjangkit. Bagi yang tahu manfaat jambu biji merah, tentu sekali datang ke kebun ini tak akan tanggung-tanggung memborong buah bermanfaat ini.


 Pemilik kebun ini juga memiliki pesantren di sebelah timur. Sehingga pengunjung yang ingin ikut wisata ruhani sekaligus wisata kebun bisa melakukannya. Pengunjung bisa menginap di Pesantren Darul Amal sekaligus wisata alam dan benar-benar merasakan alam dan perkampungan yang tenang. Saya malah berpikir menjadikan tempat ini untuk menulis buku, soalnya tenang dan asri.

 Menarik juga kombinasi wisata yang ditawarkan. Tidak hanya makan jambu, aneka pelatihan juga disediakan jika ingin bermalam, mulai dari bisnis, agama, berkebun, hingga konsultasi keluarga.