Thursday, June 30, 2016

Ini Alasan Pria Bernama 'Asep' Berwajah Tampan




Apa yang terpikir saat berkenalan dengan sesorang pria bernama ‘Asep’? Kebanyakan saat ditanya langsung menjawab, pasti pria itu berasal dari tanah Parahyangan. Dan biasanya bukan berasal dari perkotaan seperti Bandung. Atau tepatnya lebih ke daerah pinggiran kota atau bahkan pedesaan.

Kita semua tahu bahwa nama biasanya diberikan orangtua karena mengandung unsur doa di dalamnya. Anak yang yang diberi nama Soleh misalnya, diharapkan nantinya menjadi pria yang soleh. Demikian pula nama-nama yang umum di Indonesia seperti Bagja, Jaka, Arif, maupun Sugi.

Saya bertanya kepada seorang polisi bernama Briptu Asep Abdul Malik ihwal nama ‘Asep’ yang melekat di dirinya. Menurutnya, ia mendapat penjelasan langsung tentang nama Asep dari orangtuanya.

Asep Abdul Malik.

“Kata orangtua, Asep itu berasal dari kata kasep yang dalam bahasa Indonesia artinya ganteng,” jelas Briptu Asep. Apakah itu sesuai dengan doa orangtuanya kini? Lihat saja di akun instagramnya. Banyak follower wanita yang memuji ketampanannya.

Walaupun berkesan kedaerahan, polisi yang berdinas di Divisi Polair Baharkam Polri ini mengaku tak malu. “Saya malah bangga dengan nama Asep. Walaupun nama panjang saya ada tiga nama, tapi saya selalu memperkenalkan diri dengan nama Asep, Ucap pria lajang ini.

Sekadar membandingkan, saya bertemu pria lain yang bangga dengan nama Asep sehingga menyematkan di badge seragamnya. Namanya Asep Mandela, seorang taruna Sekolah tinggi Ilmu Pelayaran, Jakarta.
Asep Mandela

“Saya juga bangga dengan nama saya. Malah dengan menyebut nama Asep, orang langsung tahu saya berasal dari mana. Jadi nggak perlu repot-repot lagi menjelaskan,“ tutur Asep yang masih harus menunggu dua tahun lagi untuk lulus.

Asep mengetahui arti namanya lain dengarn Briptu Asep. “Saya tahu Asep itu artinya pria kalem. Hm, apakah saya kalem?” tanyanya sendiri.

Sekadar info saja, du Indonesia telah berdiri komunitas untuk mereka yang bernama Asep, yakni  Paguyuban Asep Dunia (PAD) pada awalnya bernama Paguyuban Asep (PA). Paguyuban ini digagas pertama kali oleh Asep Iwan Gunawan yang penasaran dengan membuat group: “How Many Asep There Are in Facebook?” pada tahun 2008.



Berkat ide dan inisiatif Asep Kambali, seorang sejarawan yang juga pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI), dan didukung oleh Asep Iwan Gunawan, Asep Bambang Fauzi, Asep RS dan Asep Dudi, Paguyuban Asep (PA) lahir di Jakarta menjadi gerakan social yang masif dan kongkret pada tanggal 1 Agustus 2010.

Pada masa kepengurusan Asep Kambali, organisasi Paguyuban Asep (PA) mengalami perubahan nama menjadi Paguyuban Asep Dunia (PAD) pada Konperensi Asep Asep (KAA) tanggal 25 Oktober 2015 di Bandung Jawa Barat. Harapannya, dengan nama baru tersebut, PAD menjadi organisasi dan gerakan sosial yang besar, maju, dan, bermanfaat bagi masyarakat serta diakui dunia.

PAD menyadari, bahwa suku Sunda adalah salah satu penopang NKRI. Oleh sebab itu, PAD hadir dan berkomitmen untuk terus melestarikan nama Asep sebagai wujud kepedulian para Asep terhadap pelestarian kebudayaan Sunda.


Nah, saat berkumpul itu bisa dilihat seberapa ganteng pria-pria itu jika memang doa orangtuanya adalah memilik anak yang ganteng (kasep).