Thursday, July 21, 2016

Manfaat Okra untuk Penderita Diabetes





Sebulan lalu gula darah saya tinggi untuk pertama kali hingga 386. Saya harus istirahat masuk rumah sakit selama beberapa hari. Setelah keluar rumah sakit, banyak sanak saudar yang memberi saran obat tradisional.

Mulanya isteri say membuatkan perasan dari parutan lengkuas. Tapi saya hanya bertahan dua hari karena rasanya yang membuat saya malah muantah-muntah. Kemudian saya ikuti saran lainnya dengan mengonsumsi lidah buaya. Tapi mencari lidah buaya  yang segar sangat sulit di perkotaan. Akhirnya saya menuruti saran untuk mengonsumsi air rendaman sayur okra.

Okra merupakan  tanaman sayuran yang amat  populer di negara-negara Asia seperti Jepang, Malaysia, Cina dan India. Di beberapa tempat Okra di kenal dengan nama berbeda. Ada yang menyebutnya Okura, kacang bendi ataupun Lady Finger. Biasanya orang Sunda menyebutnya oyong kecil.

Saya merasa cocok dengan mengonsumsi okra ini. Bahkan gula darah saya perlahan turun secara signifikan. Nah ini caranya.

1. Petik atau beli okra d pasar tradisonal maupun supermarket tertentu.
2.  AMbil 3-4 okra. Potong-potong atau belah secara vertikal dengan pisau.
3. Siapkan air matang panas di gelas.
4. Masukkan okra ke dalam air panas.
5. Biarkan selama 3-4 jam
6. Saring airnya saja. Okra jangan dibuang karena masih bisa dipake dua kali.
7. Minum airnya.

Air rendaman okra tidak berasa, hanya aroma okra saja yang menurut saya tidak mengganggu dan tidak bikin bikin mual. Apalagi kalau yang sudah biasa makan sayur oyong, pasti tidak masalah. Akan terasa sedikit lendir saat diminum, tapi tidak ada masalah. Hampir mirip seperti saya mengonsumsi lidah buaya.

Menurut beberapa sumber, Okra  kaya protein dan serat.  Kandungan minyak yang terkandung pada biji okra sebesar  40%. Minyak biji okra kaya akan asam lemak tak jenuh seperti asam oleat dan asam linoleat. Buah okra mengandung protein sebesar  yaitu 3,9% dan lemak 2,05%. Energi di dalam 100 gram buah okra 40 kkal. Mineral di dalam buah okra adalah kalium  (6,68%) dan fosfor (0,77%).

Okra termasuk sayuran hijau yang kaya serat pangan. Selain serat, okra juga mengandung glutation. Serat sangat penting bagi tubuh karena dapat mencegah konstipasi (susah buang air besar), obesitas, hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi), diabetes ( kencing manis), dan kanker kolon (usus besar).