Tuesday, August 9, 2016

Lima Kritikan Ini Sering Dilontarkan untuk Polisi di Media Sosial




Polisi merupakan profesi abdi negara yang termasuk paling sering disorot publik di Indonesia.  Polah laku anggota kepolisian Indonesia seolah tak ada habisnya jadi perbincangan. Tak hanya di dunia nyata, juga kehidupan di dunia maya melalui media sosial.

Polisi juga manusia yang punya keinginan untuk aktif di media sosial, terutama yang masih muda usia. Bahkan beberapa akun media sosial polisi memiliki followers hingga ratusan ribu orang. Setiap postingan foto mereka pun selalu mendapat komentar, baik berisi pujian maupun kriikan.

Bicara soal kritikan, berikut adalah lima hal yang paling sering muncul di akun media sosial milik polisi.


1. Polisi kok selfie melulu? 

Selfie memang bukan cuma milik segelintir orang. Nyatanya polisi juga banyak yang menyukai selfie. Baik polisi pria maupun wanita. Selama selfie itu tdak merugikan serta melanggar norma yang ada, sebenarnya bukan masalah besar. Tapi ada baiknya juga untuk menghindari selfie di lingkungan kantor yang mungkin menjadi rahasia kedinasan atau selfie dengan senjata api yang bisa jadi nanti diikuti masyarakat. Polisi juga sebaiknya tidak hanya posting foto selfie tapi juga pesan layanan kepada masyarakat.

2. Polisi kok bikin video naik motor nggak pakai helm?

Beberapa postingan video polisi menampakan dirinya sedang naik motor dalam perjalanan pulang maupun dinas. Kadang, biar wajahnya tampak jelas, polisi tersebut tidak pakai helm. Biasanya follower akan langsung protes karena melanggar peraturan lalulintas. Tentu saja harus dilihat juga situasi video. Mungkin saja adegan naik motor itu dilakukan bukan di jalan umum. Tapi yang jelas, jika polisi tidak pakai helm, bagaimana dengan masyarakat.

3. Polisi kok posting di jam kerja?

Kalimat ini juga kerap dilontarkan netizen kepada polisi yang posting foto atau video di media sosial justru saat jam sibuk kerja. Netizen menganggap polisi tidak ada kerjaan dan hanya makan gaji buta. Apalagi kalau polisinya sempat-sempatnya membalas komentar. Biasanya para polisi mengelak dan mengatakan bahwa mereka sedang libur setelah piket. Tapi memang sebaiknya postingan di media sosial dilakukan pada waktu istirahat, kecuali memang postingan penting tentang berita atau peristiwa penting.

4. Polisi kok pencitraan melulu?

Postingan kegiatan positif polisi di akun pribadi anggota polisi juga kerap mendapat kritikan dari netizen. Terutama para haters. Posting foto  polisi menyeberangkan anak-anak dibilang pencitraan. Video polisi membantu mendorong mobil juga dibilang pencintraan. Bahkan posting foto sedang shalat dibilang riya dan cari pujian. Sebenarnya sih kritikan macam in tidak perlu diambil pusing. Yang penting foto-foto tersebut bukan rekayasa.

5. Polisi kok main ponsel sambil nyetir mobil?

Polisi yang main media sosial sambil menyetir saat ini juga banyak menuai kritikan. Apalagi saat ini sedang booming aplikasi Bigo Live. Tak sedikit polisi muda yang beraksi di aplikasi interaktif ini sambil nyetir. Memang tampak keren, tapi bukan hal yang baik untuk ditiru. Menurut saya sih, netizen sebaiknya jangan sungkan untuk mengkritik polisi yang melakukan perbuatan tidak baik seperti ini.