Monday, August 8, 2016

Nama-nama Perempuan Sunda ini Mulai Dijauhi




Beberapa nama yang memiliki unsur kearifan lokal kini mulai pudar. Para orangtua lebih memilih nama yang kebarat-baratan karena dinilai lebih modern. Demikian halnya dengan nama-nama wanita dari suku Sunda. Di kota-kota kecil di Jawa Barat seperti Garut atau Cianjur, anak perempuan sekarang lebih sering bernama barat seperti Laura ataupun Cinthya.

Padahal, beberapa nama Sunda mengandung arti yang tak kalah bagusnya dengan nama-nama barat. Berikut adalah beberapa nama wanita Sunda yang dulu sempat populer. Kini hanya beberapa gelintir yang memakainya, khususnya di daerah pedesaan.


Euis

Nama Euis adalah nama wanita sunda yang berasal dari kata 'Geulis' yang artinya cantik. Tentu saja orangtua beraharap putrinya kelak tumbuh menjadi wanita cantik. Nama yang hampir sama makanya adalah Eulis, lis, dan Lilis.


Nenden

Nama Nenden berasal dari kata 'Raden'  yang artinya keturunan bangsawan/terhormat. Untuk wanita berubah jadi kata 'Nenden', selanjutnya turunannya menjadi 'Nenen' dan akhirnya berubah  menjadi "Neneng' atau 'Neng' saja.

Eros
Nama Eros' berasal dari kata bunga 'Rose' alias bunga mawar. Artinya, wanita bernama ini diharapkan mekar. vantik dan harum seperti bunga mawar. Turunannya biasanya menjadi 'Iyos'.

Ai
Nama 'Ai' atau 'Ayi' beras dari kata 'Rai' yang artinya adik. Ada juga yang mengatakan berasal dari kata 'Priyayi' sehingga pemilik nama ini  diharapkan bisa menjadi seorang priyayi. Turunan kata ini di antaranya Nyai.

Ratna
Nama 'Ratna' untuk anak perempuan diberikan karena orangtua berharap anaknya kemudian akan dimuliakan dan bersinar seperti batu permata. Karena di dalam bahasa Sunda, nama 'Ratna' berarti batu permata.

Neni

Nama 'Neni' diberikan kepada anak perempuan yang diharapkan kelak tumbuh menjadi wanita cantik, karena 'neni' berarti cantik.


Imas
Nama 'Imas' diberikan kepada wanita yang diharapkan kelah menjadi seorang putri bangsawan, berderajat, dan punya kedudukan. Nama tersebut diambil dari gelar bangsawan Sunda 'Nyi Mas'.


Beberapa nama lainnya yang pernah populer di bumi Parahyangan, antara lain Popon, Nengsih, Ikeu, Iceu, Nengsih, Odah, Icih, Uneh, Titin, Entin dan sebagainya. Tapi perlahan nama-nama itu menghilang dari peredaran. Banyak yang gengsi. Padahal beberapa rumah makan bernama wanita Sunda justru sekarang lebih laris.