Wednesday, October 5, 2016

Cara 'CERDIK' Melawan Diabetes

Istirahat cukup salah satu cara CERDIK lawan diabetes.
(Foto:muscleandftitnessdotcom)
Jumlah penyintas diabetes dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2015 saja total penyintas diabetes dewasa mencapai angka 415 juta orang di dunia. Naik empat kali lipat  dari 108 juta orang pada tahun 1980-an. Bahkan diperkirkan pada tahun 2040 mencapai 642 juta orang.

Diabetes sendiri merupakan kondisi tubuh manusia saat kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi.Ada dua jenis  tipe diabetes yang dikenal. Tipe 1 yang tidak diketahui penyebabnya, dan tidak dapat dicegah, serta membuat si penyandang sangat bergantung pada terapi insulin. Tipe 2 yang biasanya karena keturunan, pankreas menghasilkan jumlah insulin yang tidak memadai. Tipe 2 mencapai 90% dari seluruh penyintas diabetes dan 80 % bisa dicegah.


Dr. Lili Sriwahyuni Sulistyowati memberi tips 'CERDIK' mencegah diabetes. 
(Foto: Benny)


Data yang diuraikan oleh Dr. Lili Sriwahyuni Sulistyowati  MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, tersebut membuat saya  sedih dan senang. Sedih karena jumlah penyintas diabetes makin melonjak. Senang karena saya tidak sendirian sebagai penyintas diabetes yang sempat membuat saya depresi. Ya, saya telah didiagnosa dokter kena diabetes empat bulan lalu. Saat itu gula darah saya mencapai angka 367 dalam kondisi puasa.

Itulah sebabnya saya sengaja meluangkan waktu dari Bandung ke Jakarta untuk menghadiri talkshow 'Cegah Obati dan Lawan Diabetes' yang digelar oleh Sun Life Financial Indonesia. Dan ternyata saya memang peserta paling jauh datang ke acara yang digelar di Cafe XXI PLaza Indonesia, akhir pekan lalu.

Saat ini, diabetes menjadi salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi fokus dunia. Bahkan WHO mengeluarkan rencana aksi Pencegahan dan Pengendalian PTM 2013-2025, salah satunya adalah menghentikan pertumbuhan jumlah diabetes dan obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko penyebab diabetes.

Bu Lili mengeluarkan jurus 'CERDIK' untuk mengurangi angka diabetes di Indonesia. 'CERDIK' merupakan akronim dari enam aktivitas yang harus segera dilakukan. Apa saja?

Cek Kesehatan Secara Rutin



Untuk sebagian orang, memeriksa kesehatan ke dokter masih merupakan hal yang menakutkan. "Takut malah ketahuan penyakit yang lain," begitu beberapa alasan. Sebagian lagi baru menemui dokter ketika sudah mulai menemui gejala penyakit.

Sebelum ini saya sudah didiagnosa hipertensi. Biasanya saya kontrol tidak teratur atau hanya mengunjungi dokter ketika tekanan darah saya tinggi. Tapi sekarang saya rutin kontrol ke dokter untuk hipertensi dan gula darah dengan jarak dua minggu sampai sebulan sekali.

Di rumah saya menyediakan alat ukur gula darah digital dan tekanan darah untuk kontrol dan catatan laporan kesehatan yang saya serahkan saat ke dokter. Kendati catatan saya baik, saya tetap kontrol ke dokter agar dokter bisa memberi masukan lainnya buat saya.


Enyahkan Asap Rokok dan Jangan Merokok



Jujur saja saya social smoker sebelum didiagnosis diabetes. Bukan perokok tangguh. Hanya sesekali saat bersama kawan yang perokok. Satu bungkus rokok bisa untuk satu sampai dua minggu. Sempat pula berhenti, nyambung, berhenti, nyambung selama beberapa kali. Tapi setelah menyintas diabetes, saya kapok dan memutuskan berhenti merokok. Bukan cuman karena saran dokter, tapi juga kenginan sendiri.

Rokok mengandung nikotin yang dapat mengendap di pembuluh darah sehingga mengganggu kestabilan aliran darah.


Rajin Beraktivitas Fisik



Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit dalam sehari. Aktivitas fisik bisa olahraga, jogging, jalan santai, atau bersih-bersih rumah. "Bahkan di kantor juga bisa melakukan aktivitas fisik," tambah Bu Lili.

Sejak keluar rumah sakit pasca proses menurunkan gula darah. saya sudah melakukan hal ini secara rutin setiap habis shalat subuh yakni jogging mengitari komplek selama 30-60 menit. Semisalnya saya harus berangkat dinas ke luar kota saat subuh, saya biasanya melakukan aktivitas jalan kaki saat istirahat di rest area ataupun tidak menggunakan lift.

Diet Seimbang

Diet untuk mencegah diabetes bukan diet asal-asalan ataupun ekstrim. Diet yang dilakukan harus tetap mengonsumsi makanan  sehat dan gizi seimbang. Batas konsumsi gula garam dan lemak per hari sesuai standar Kemenkes RI menurut Bu Lili adalah 5, 4 dan 1. Lemak sebanyak 5 sendok makan, gula sebanyak 4 sendok makan, dan garam sebanyak 1 sendok teh.


Istirahat Cukup



Setiap orang tentu saja membutuhkan istirahat. Tapi kamar tidur dan pola tidur juga memengaruhi kebutuhan istirahat. Waktu tidur yang dianggap baik adalah 6-8 jam, dan tentu saja berkualitas. Agar tidur berkualitas tentu saja pikiran harus tenag dan jangan membawa masalah ke tempat tidur. Aktivitas fisik di siang hari juga bisa membantu tubuh beristirahat dengan baik. Lainnya adalah, menghindari minuman kafein karena justru akan mempersulit tidur.

Kelola Stress


Di acara ini memang tidak terlalu banyak dibahas soal mengelola stress. Tapi disebutkan bahwa jika stress berlebihan bisa membuat nafsu makan berkurang atau malah berlebihan. Inilah yang nanti mengarah ke diabetes. Memang tidak semua stres buruk, yang penting adalah tahu cara mengelolanya.

Dengan cara CERDIK di atas penyakit diabetes bisa dibantu dicegah. Saya sendiri yang sudah melakukannya secara disiplin selama empat bulan terakhir pun sudah merasa manfaatnya. Kadar gula darah saya normal sekitar 100 saat puasa terlebih dahulu, dan di bawah 160 saat sewaktu. Bahkan bonusnya, berat badan saya turun dari sekitar 91 kg kini menjadi 80 kg. Kalau saya saja bisa, Anda tentu bisa dong.

Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes.