Sunday, October 30, 2016

Wow, Indahnya Matahari Terbit di Pantai Mengiat Bali

Menikmati Indahnya Matahari Pagi di Pantai Mengiat, Nusa Dua, Bali


Setiap kali traveling, saya tidak pernah lupakan untuk jogging di pagi hari. Hal itu saya lakukan pula saat pagi pertama di Nusa Dua, Bali. Seperti biasa, saya tidak merencanakan tujuan lari pagi saya. Ikuti kemauan telapak kaki saja.

Dari Hotel Mercure Nusa Dua tempat saya menginap, saya belok ke kiri, lalu di perempatan jalan saya menuju jalan dengan papan nama Pantai Mengiat. Di kedua sisi jalan tampak berjejeran toko dan tempat makan yang saya pikir sulit ditemukan. Saya merekam beberapa toko, agar besok-besok jika butuh sesuatu tahu harus melangkah ke mana.



Akhirnya saya sampai di patung besar yang dikenal dengan sebutan patung Dewa Ruci dalam sosok Bima ketika melawan naga raksasa Baruna. Rupanya saya sudah masuk kawasan BTDC (Bali Tourism Develpment Centre), sebuah kawasan di Nusa Dua yang dikhususkan untuk pariwisata tapi premium. Seperti biasa, jika bertemu patung besar di Bali, saya sedang berada di persimpangan jalan. Maka saya pun tetap mengambil jalan yang lurus. Jalannya lebih kecil dibandingkan lainnya, tapi terasa nyaman dan asri.

     

Saking asiknya jogging, saya nggak nyangka sampai juga di sisi Pantai Mengiat, Nusa Dua. Pertama saya lihat sebuah pura bernama Segara Bengiat, lalu beberapa mobil yang parkir untuk ke pantai pula. Betapa asyiknya saat melihat matahari tengah berusaha menghias pantai sepanjang Nusa Dua.

Saya berlari di jalur pedestrian. Tidak sendirian, karena banyak wisatawan asing yang sudah lebih banyak peluhnya tinimbang saya. Di pantai saya lihat turis duduk-duduk santai menikmati matahari pagi, ada juga yang sedang memancing.

Kehidupan sisi pantai belum benar-benar hidup. Beberapa tenda masih kuncup, dan bangku-bangku malas tampak lengang. Tentu berbeda situasinya jika malam mulai mendekat.


Perahu tradisional atau jukung juga tampak tertambat dan terombang-ambing perlahan. Kawasan ini juga dikenal sebagai tempat nelayan tradisional. Semua tampak indah karena matahari mulai terbit. Saya masih ingin fokus lari pagi dan menikmati hangatnya matahari, sehingga berusaha menutup mata lebih dulu kepada petunjuk arah ke beberapa tempat wisata.

Untuk pekerja kantor seperti saya, yang setiap Senin pagi berhadapan dengan kemacet dan polusi, bisa berada di pantai nan indah ini merupakan sesuatu yang berharga. Jadi sangat disayangkan jika tidak dinikmati. Dan pagi ini, saya tidak hanya dapat keringat dan sehat, tapi juga pemandangan cantik yang akan menjadi mood booster saya untuk beraktivitas hari ini.

(Foto-foto: Benny Rhamdani).