Sunday, November 13, 2016

Lima Sensasi Aduhai di Pantai Geger Bali



Pantai Geger  memang tak sepopuler pantai lainnya di Bali. Padahal pantai ini menyimpan sensasi yang bikin saya teriak," Aduhai kerennya!". Sungguh, pagi itu tak percuma saya jogging jauh-jauh ke daerah Sawangan Nusa Dua. Tadinya saya mengira akan nyasar ke tempat asing lantaran sudah jauh dari kawasan Bali Tourism Development Corporate (BTDC).

Setelah melewati jalan dengan kanan kiri semak-semak, akhirnya saya menemukan jalan beraspal dengan papan penunjuk ke Pantai Geger. saya terus terang baru mendengarnya. Ketimbang penasaran saya pun mengikuti jalan itu yang ternyata membuat saya sampai ke hamparan pasir pantai nan indah.

Setidaknya ada lima sensasi yang bisa kita nakimati di Pantai geger, terutama di pagi hari yang masih sepi.

Sensasi Sunrise


Pagi itu saya tiba di pantai belum pukul enam pagi. Dan saya masih melihat matahari yang tengah mengendap naik di garis cakrawala. Jadi, jika inginmelihat Sunrise di Pantai Geger, pastikan dulu pukul berapa matahari akan muncur. selebihnya tinggal berharap saja tidak ada awan. Bagi penggemar fotografi, pemandangan sunrise akan jadi lebih menarik karena di pinggiran terlihat sejumlah jukung yang bisa menjadi ornamen foto.


Sensasi Lanskap


Bagi saya lanskap di Pantai Geger ini sangat memesona. Apalagi dengan kehadiran bukit geger dengan hiasan puncak pura.  Tidak heran jika disini berdiri dua hotel megah yang konon paling mahal di Bali. Gara-gara itu pula tempat yang dulu sepi ini, sekarang mulai menarik minat banyak wisatawan, terutama bule-bule yang senang berjemur di pantai.

Pantai Geger tambah cantik dengan tanjung kecil yang sering disebut Bukit Geger. Akses menuju bukit tersebut cukup nyaman. Ada tangga setapak dari hotel Nikko.


Sensasi Budaya





Yang paling menyenangkan ketika di Bali adalah bisa menemukan sentuhan budaya yang Bali banget di setiap sudutnya. Termasuk ke bukit geger di Pantai Geger. Dengan berjalan menanjak sedikit kita akan menemukan sebuah pura cantik bernama  Pura Geger Dalam Pemutih. Pura ini sangat ramai dikunjungi warga desa adat Peminge saat bulan tilem.

Gerbang pura bernama Candi Bentar. Ingat ya, Candi Bentar bukan berarti namanya. Candi Bentar merupakan istilah untuk gerbang atau gapura yang bentuknya seperti sebuah stupa dibelah dua. kanan dan kirinya sama.

Sensasi Karang



  

Jika di sisi kiri bukit Geger hanya tampak pantai, maka di sisi kanan kita akan melihat tebing karang kecil yang dapat kita turuni. Serunya terdapat gua-gua kecil yang juga biasa dijadikan tempat upacara. Buat yang hobi berfoto, bebatuan karang ini sangat cantik dijadikan latar. 

Tempat ini juga sering dijadikan para penduduk setempat untuk memancing. Siapa tahu Anda juga ingin ikut memancing di sini.

Sensasi Pantai


Sekali lagi, Pantai Geger tak diragukan lagi keindahan pasir putihnya. Di sini juga kita akan meihat kehidupan nelayan setempat yang sibuk mencari ikan. Ada juga beberapa penduduk yang memilih mandi di pantai pada pagi hari. Mungkin saat turis masih di bawah selimut.

Pada siang hari dan sore hari, tempat ini akan sangat padat dengan aneka aktivitas rekreasi pantai. Mulai dari kano, snorkeling, bahkan ada atraksi naik onta di sepanjang garis pantai. Jadi terserah Anda, ingin datang saat masih sepi atau justru ketika ramai.

Foto-foto: Benny Rhamdani
Kecual Foto Unta dari Website Hotel Nikko Bali.