Tuesday, November 1, 2016

Melipir ke Pulau Nusa Dua Dharma

Saat berdiri di  Pantai Nusa Dua, saya penasaran melihat sebentuk pulau yang tampak hijau.  Tak seberapa besar tapi cukup menggoda untuk disambangi. Saat mendekati saya melihat jalan setapak menuju ke pulau hancur karena terjangan ombak. Otomatis saya harus melompat ke pasir pantai yang sedang surut.

Seorang wanita Bali setengah baya tampak membawa sesajen di kepalanya menuju pulau itu. Saya pun mengikutinya dari belakang. Suasana pagi yang masih sepi, membuat saya agak gentar masuk ke area pulau itu sendirian.











Nama kawasan Nusa Dua kabarnya diambil karena terdapat dua pulau di dekatnya. Satu pulau yang lebih besar bernama Nusa Gede  atau kadang juga disebut Pulau Peninsula yang saya sudah kunjungi sebelumnya. Satu lagi adalah pulau yang sedang saya tapaki saat ini bernama Nusa Dharma.

Untuk menuju Nusa Dharma kita harus sedikit mendaki. Tapi tenang, ada anak tangga yang membantu kita agar tidak kerepotan naik turun pulau ini. Begitu tiba di pulau, kita akan menemukan jogging track dengan lajur ke kanan dan kiri. Salah satu lajur menuju ke sebuah pura yang disambangi oleh perempuan tadi.


Nama pura tersebut mengambil nama pulau yakni Pura Nusa Dua Dharma. Terdapat penjelasan sejerah pura tersebut. Konon pulau tersebut didirikan oleh warga Tionghoa bernama Tan Sie Yong  pada 110 Juni 1948 sebagai tanda pembauran perbedaan etnis di Bali.

Di pulau yang tak seberapa luas ini, kita bisa menemukan lapangan rumput yang bisa dipakai untuk menggelar matras dan beryoga atau sekadar lari dan jalan santai berkeliling menikmati suasan sejuk diringi kicau burung-burung. Kita juga bisa mendengar suara ombak bersahutan di sisi pulau.



Jika tak puas kita bisa mencari jalan setapak melihat bagian sisi pulau berupa karang yang lumayan curam. Di sini kita bisa melihat laut lepas juga bisa melihat Pulau Peninsula atau Nusa Gede yang tak seberapa jauh. Bahkan patung Arjuna dan Dewa Krisna terlihat jelas tinggi menjulang.

Saya puas bisa melipir ke pulau ini yang masih terasa asli. Kita bisa menjauh sejenak dari kehidupan duniawi di sepanjang pantai Nusa Dua, untuk menikmati keindahan alam. Alangkah baiknya setiap pengunjung ke etmpat ini tidak membawa makanan dan minuman, juga tidak membuang sampah sekecil apa pun.

Bagi yang ingin mengunjungi Pulau Nusa Dharma, aksesnya sngat mudah. Apalagi dari Denpasar, tinggal lewat tol laut menuju ke kawasan Bali Tourism Develpoment Corporation (BTDC). Nanti akan melihat dua pulau berdampingan. Pulau Nusa Dharma adalah yang lebih kecil. Satu lagi yang perlu diketahui, masuk ke sini gratis dan tidak boleh membawa drone.