Wednesday, November 30, 2016

Menengok Toleransi Beragama di Puja Mandala Bali

  
 

Saat di Nusa Dua, Bali, saya sempat bertanya-tanya lokasi masjid terdekat untuk shalat Jumat. Resepsionis hotel tempat saya menginap memberi informasi keberadaan Masjid Ibnu Batuta sekitar dua kilometer dari hotel. Saya sempat terpana juga ketika diberitahu masjid itu berada di jalan bernama Kurusetra.

Setahu saya Kurusetra merupakan medan peperangan dalam wiracarita Bharatayudha di Haryana, India. Namun saya tahu pula, alasan Kurusetra dijadikan perang lantaran wilayah tersebut merupakan tanah suci umat Hindu sehingga beberapa orang menyebutnya pula sebagai Dharmasetra .

 


Saya pun melakukan survey ke lokasi sembari jogging di pagi hari. Dan betapa terkejutnya saya begitu tahu masjid yang dimaksud berada di kawasan Pusat Peribatan Puaja Mandala. Ya, bukan hanya masjid saja di sana yang saya lihat. Tapi juga lima tempat ibadah umat beragama lainnya, yakni pura, vihara, gereja katholik dan gereja protestan.


Area ini tampak sejuk dan sakral lantaran menjadi simbol toleransi beragama. Cocok jika kemudian diposisikan berada di Jalan Kurusetra dengan alasan di atas. Agar terjaga kedamaian.

Puja Mandala merupakan area ibadah lima agama yang diakui negara pada saat Soeharto menjadi presiden pada tahun 1997 silam. Nama tempat ibadah tersebut ialah Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katholik Maria Bunda Segala Bangsa,Vihara Budha Guna, Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Dua, dan Pura Jagatnatha. 


Selain beribadah, Puja mandala juga ramai dikunjungi  wisatawan karen keunikan sebagai lambang toleransi. Jangan khawatir dengan tempat parkir, karena di bagian depannya tersedia lahan untuk nangkring kendaraan yang mampu menampung banyak, bahkan bus ukuran besar.

  
 Sebaiknya jika tujuannya adalah berwisata, tetap santun saat berada di lingkungan rumah ibadah. Mulai dengan pakian, hingga perilaku. Hindari jam-jam rumah ibadah saat sesak, misalnya saat waktu sholat Jumat jika hanya ingin berfoto-foto di sana.

Di setiap rumah ibadah juga ada agenda acara peribadatan  yang bisa diikuti oleh warga lokal maupun wisatawan yang menginap di sekitar Nusa Dua. Jujur saja, saya senang melihat Puja Mandala, karena mengingatkan saya, sesibuk apapun mengisi liburan,. tetap harus menunaikan ibadah. Terutama ibadah sahalat Jumat yang harus dilakukan di masjid.





 Hal yang menyenagkan saya lainnya di Puja Mandala adalah karena di seberang jalan, saya banyak menemukan kedai-kedai kuliner halal untuk umat muslim. Jadi bisa mampir dulu ke sana sebentar ... hehehehe ... ^_^