Monday, November 7, 2016

Menikmati Goyang Basah di Pantai Pandawa Bali



Saat tiba di Nusa Dua Bali, salah satu destinasi wisata incaran saya adalah Pantai Pandawa di Desa Kutuh, Kabupaten Badung. Alasannya sederhana, setiap orang yang pernah melancong ke sana selalu berkomentar positif ihwal kecantikannya. Jelas saya penasaran, apa yang jadi misteri kecantikan Pantai Pandawa.

Di sela-sela agenda kegiatan workshop yang padat, akhirnya saya dapat mengambil waktu pada sore hari ke Pantai Pandawa. Dari hotel tempat menginap di Mercure Hote Nusa Dua. saya naik taksi di depan  lobi langsung menuju ke Pantai Pandawa. Ternyata jalan yang harus dilalui sangat sepi dan naik turun, serta berkelak-kelok. Seru juga naik taksi ke daerah seperti ini. 

Akhirnya sampailah saya di satu kawasan yang tampak lengang dan gersang. Terbaca papan larangan masuk bagi taksi online . Saya tersenyum. Bagimana bisa mengenali taksi online atau bukan sementara wujud taksi online seperti mobil umumnya.




Supir taksi berhenti sebentar. Saya diminta membayar tiket masuk sebesar Rp12.000. Kata si penjaga tiket, untuk turis asing Rp15.000. Lalu taksi melewati jalan yang membelah tebing. Dan saya belum melihat pantai, sampai setelah melewati belahan tebing, barulah saya melihat hamparan pasir pantai berwarna putih dan tentu saja lautan nan membiru terkena pantulan langit.

Saya merinding melihatnya. Inilah rahasia kecantikan Pantai Pandawa. Letaknya berada di balik bukit batu yang tinggi sehingga tak tampak dari jauh. Orang pasti akan menyangka daerah ini semata bukit bebatuan. Ternyata menyembul pesona alam yang luar biasa.


Taksi pun berhenti dan saya harus membayar tarif sebesar Rp80.000. Supir taksi menunjukkan  jalan masuk yang harus saya ikuti. Semakin dekat saya dengan pantai, semakin begitu memikat pantai ini. Rasanya saya langsung terpesona. Pantas saja banyak film-film televisi mengambil lokasi syuting di tempat ini.


Hari sudah senja, tak banyak yang bisa saya lakukan selain menapaki pasir pantai dan menyaksikanturunnya matahari di ufuk barat. Sunset di pantai ini memang tiak sempurna. Namun tetap saja menambahkan kecantikan Pantai Pandawa. Besok saya akan ke sini lagi, niat saya dalam hati.



Naik Kano
 



Akhirnya, keesokan harinya saya datang lagi. Kali ini saya tak sendiri tapi dengan dua teman lainnya. Keberangkatan pun tidak menggunakan taksi, tapi diantar oleh warga lokal yang masih kerabat teman saya. Hari pun masih siang.

Agak aneh juga ketika melewati loket masuk, ternyata harga tiket bukan Rp12.000 melainkan Rp10.000 saja. Jadi harga yang benar berapa ya? Entahlah, saya juga tidak dapat tiket masuknya. Tidak memikirkannya. Yang penting bisa kembali melihat Pantai Pandawa yang sepertinya memang bikin ketagihan.

 

Kami bertiga akhirnya menyewa kano. Untuk satu kano yang bisa dinaiki dua orang, kami harus merogoh kocek Rp50.000. Teman saya yang sendirian, menggunakan jasa joki, harus membayar Rp50.000 plus jasa joki Rp20.000. Enaknya pakai joki itu bisa mendayung kano sampai ke tengah. Sedangkan saya, hahahaha boro-boro. Takut duluan melihat ombak. Rasanya lumayan deg-degan saat ombak menggoyang-goyang basah kano. Ya saya cuman berani mendayung rada ke tengah sedikit, terus membelok. Pokoknya, sudah ngedayung kano dan basah-basahan.

Sebelum mendayung kano di laut, kami dibekali jaket pelampung. Perahu pun disiapkan dengan posisi siap dayung. Pokoknya tenang saja walupun nggak bisa berenang, atau nggak pernah naik kano sebelumnya. Ssemua aman selama nggak sok jagoan.

Di atas kami melayang paralayang dari atas bukit Timbis. Katanya sih, untuk naik paralayang selama 15 menit harus membayar Rp1,5 juta. Saya masih pikir-pikir saat ini untuk mengeluarkan uang sebanyak itu. Entah nanti. Soalnya penasaran juga sih.

 

Setelah puas mendayung kano, saya memilih berenang karena gemas melihat air laut yang bening dan dangkal. Cuman ya harus hati-hati berenang di pantai ini karena kano berseliweran di dekat kita.

Setelah puas berbasah-basahan, kami duduk sambil emnunggu pakaian mengering. Kami kemudian memesan kelapa muda dengan harga Rp20.000 per butir. Benar-benar melengkapi petualangan hari ini.

Kami baru beranjak setelah puas menikmati Pantai Pandawa. bergerak ke bagian bukit batu dan mengambil beberapa frame foto untuk dipasang di media sosial. ya iyalah, masa buat dipasang di ijazah? Wkwkwkwkw ...