Thursday, December 1, 2016

12 Perilaku Pasien yang Bikin Bete



Menjadi profesional di bidang medis, baik itu dokter maupun perawat, kerap menemukan beberapa kejadian yang membuat kepala mendadak penat. Terutama saat berhadapan dengan pasien. Alih-alih kesal, mereka cuman bisa mengurut dada menahan sabar.

Kira-kira apa saja perilaku pasien yang menyebalkan itu?

Over Acting

Dokter biasanya paling tidak suka dengan reaksi pasien yang berlebihan saat bertemu dokter. Misalnya seorang Ibu membawa anaknya di ruang gawat darurat karena wajah anaknya kena cakar anak tetangga. Si Ibu terus nyerocos minta diobati segera dan khawatir terjadi sesuatu. Padahal sebenarnya dokter tahu, si ibu bukan sungguh-sungguh mengkhawatirkan anaknya, tapi lebih khawatir anaknya harus menjalankan operasi plastik yang tentu biayanya sangat mahal.

Tidak Lihat Sikon

Dokter biasanya juga bete saat berada di mall  bersama keluarganya, tiba-tiba didekati pasiennya yang mengeluh ini dan itu. Padahal saat itu sang dokter benar-benar ingin menikmati perannyas sebagai ayah atau ibu di keluarganya. Setelah berhari-hari disibukkan urusan pekerjaan.

Tidak Mandi

Usahakanlah mandi dengan bersih sebelum pergi ke dokter. Kalau sedang tidak boleh mandi, dilap saja. Yang penting jangan tercium bau dan tampak kotor dari tubuh kita. Percayalah, meskipun dokter terlatih melihat hal yang menjijikan, dokter tetap akan kesal bila sedang memeriksa bagin tubuh Anda tercium bau kecut atau melihat kotoran nyangkut di gigi dalam jumlah banyak.

Tidak Makan Jengkol

Ini  juga harus diperhatikan. Jangan makan makanan berbau sebelum ke dokter. Bisa kebayang di saat Anda diminta membuka mulut, aroma mulut naga akan menguar. Tunda makan jengkol, pete, duren dan makanan berbau lainnya, meskipun setelah itu ANda menggosok gigi dan kumur-kumur.

Jangan Menjelekkan Dokter Lain

Anda datang ke dokter tapi mulut Anda terus bercerita dokter seblumnya atau dokter lain yang pernah Anda kunjungi. Mulai dari komplai soal pelayanan sampai biaya. Percayalah, semakin Anda banyak komplain tentang dokter lain, akan semakin malas dokter Anda bertemu. Lah, apakah Anda juga nggak akan membicarakan dokter ini kepada yang lain?

Jangan Mengancam

Mungkin Anda anak seorang pengacara atau mungkin Anda seorang blogger. Tapi jangan sampai Anda menuntut seorang dokter untuk mengistimewakan Anda sembari mengancam akan menuntut secara hukum atau menuliskan di blog.

Jangan Kepo

Jangan terlalu pendiam bila bertemu dokter. Tanyalah fokus kepada penyakit yang Anda rasakan. Jangan kepo soal kehidupan pribadi dokter, kesukaannya, maupun statusnya. Jangan pula banyak bertanya tentang penyakit yang dirasakan tetangga Anda, ayah Anda, dan orang lainnya. Apalagi jika pasien lainnya masih antre.

Jangan  Memuji Berlebihan

Pasien yang sudah sembuh kadang mengucapkan hal-hal yang sebanrnya menyinggung perasaan. Misalnya kepada perawat, pasien mengatakan seharusnya tidak menjadi perasawt tapi dokter. Ketahuilah, perawat itu jadi perawat harus kuliah perawat, dan kuliah ambil perawat itu karena memang ingin jadi perawat. Bukan dia mengambil jurusan kedokteran lalu gagal sehingga jadi perawat.

Aji Mumpung

Anda ke dokter besama anak atau anggota keluarga lainnya. Yang didaftar hanya Anda. Tapi begitu di ruangan, Anda juga meminta ke dokter memeriksa kesehatan anggota keluarga Anda setelah Anda selesai diperiksa. Jika memang orang bersama Anda juga sakit, mengapa tidak didaftarkan juga. Ya, kecuali dokter itu memberi paket bayar satu, gratis satu.

Banci Ponsel

Anda memerlukan bantuan dokter, tapi ketika Anda berhadapan dengannya masih sibuk dengan ponsel Anda. Bahkan browsing untuk mencocokkan diganosis dokter dengan info di Internet. Lebih parah lagi, menagjak dokter selfie bareng.

Keras Kepala

Jangan pernah Anda datang kembali ke dokter dengan keluhan penyakit yang sama, sementara Anda tidak menuruti anjurannya. Diminta diet malah bilang lupa. Diminta minum obat malah diabaikan. Dokter mungkin akan meminta Anda rajin-rajin berkunjung sekadar untuk mengingatkan Anda.

Pura-pura

Perawat yang dirawat inap sering pura-pura merasa sehat agar bisa cepat pulang. Hal lain adalah khawatir membayar uang rumah sakit terlalu mahal. Padahal dokter punya alasan untuk menahan lebih lama. Ada juga yang malah pura-pura mengeluh sakit. Tapi sepanjang hari bukannya istirahat di ranajang, malah main atau nonton teve tiada henti hingga mengganggu pasien lainnya.

Nah, kira-kira Anda pernah melakukan yang mana?