Tuesday, December 13, 2016

Tujuh Cara Mengendalikan Amarah di Jalan




Heboh viral video Dora Natalia kepada polantas Aiptu Sutisna merupakan gambaran tingkat stres pengemudi di jalan raya kota besar. Tingkat kepadatan kendaraan yang menciptakan kemacetan hingga kurangnya disiplin berlalulintas seringkali menghimpun kekesalan di dalam hati yang pada akhirnya meledak dalam sebuah bentuk kemarahan tak terkendali.

Agar tak kepalang malu karena marah-marah di jalan raya, lalu divideokan dan disebarkan melalui internet, ada baiknya kita mengetahui cara mengendalikan amarah saat mengemudi kendaraan di jalan raya.


Menanamkan Sugesti

Selalu sebelum menjalankan mesin kendaran, sugestikan diri sendiri dengan beberapa kalimat positif. Misalnya,"Saya bukan pengemudi yang buruk. Saya tidak akan menambah masalah hidup saya dengan berperilaku aneh di jalan. Saya lebih memilih mengontrol emosi saya dan selalu menjadi pengemudi yang baik."


Jadilah Pengemudi yang Welas Asih dan Berempati

Saat ada pengemudi yang tidak bisa mengendalikan emosinya di jalan, apa yang ada di benak Anda? Mungkin hidupnya penuh penderitaan, utangnya banyak, sedang PMS, baru ditinggal suaminya, dan sebagainya. Banyak sekali alasannya.

Tak jarang kita berpikir," Dia memang pengemudi yang brengsek." Biasanya pada saat itu pula akan merasa emosi kita terpancing. Cobalah ubah setiap bertemu pengemudi buruk, dengan kalimat empati," Dia bukan pengemudi brengsek sebenarnya. Mungkin dia khilaf karena suatu sebab. Mungkin kondisinya sedang tertekan, hancur dan berantakan. JIka ada pada posisinya, belum tentu aku bisa mengontrol emosiku."

Dengan mengendalikan perasaan, kita bisa terhindar dari ikut-ikutan emosi atas perilaku orang lain. Nggak asyik kan kalo kita sebentar-bentar mudah terpancing.



Visualisaikan Perasaan Damai dan Tenang 

Dalam keadaan macet sekalipun cobalah untuk menikmati keadaan di sekitar. Anggap saja semua merupakan pemandangan indah di kota kita. Mengapa? Dengan begitu kita akan tetap tenang di belakang kemudi. Kita tidak akan terpengaruh oleh pengemudi buruk di sekitar kita.


Jangan Anggap Semua Pengemudi Seperti Anda

Pernah nggak saat kita ingin pindah jalur dan sudah menyalakan lampu, tapi pengemudi di sebelah malah terus memberi klakson dan tidak memberi jalan. Terkadang kita menjadi emosi sebab selama ini kita selalu memberi jalan ke penegmudi lain yang pindah jalur asalkan dengan cara yang benar.

Kita memang harus realistis, belum semua pengemudi berperilaku baik di jalan raya. Dengan bersikap realistis, kita akan menjadi lebih tenang saat menghadapi pengemudi ugal-ugalan, egois, dan kurang kontrol. Ingat, kita tidak ingin seperti mereka.

Pikirkan kerugian

Banyak orang merasa lebih baik saat meluapkan amarah di jalan raya. Tapi sesungguhnya itu tak sebanding dengan risikonya:
  • mengalami kecelakaan, dan melukai atau membunuh diri kita sendiri dan orang lain
  • merusak atau menghancurkan mobil sendiri dan mobil orang lain atau properti lainnya
  • mendapatkan catatan kriminal
  • akan dipenjara
  • peningkatan biaya asuransi mobil
  • merasa tegang, stres dan marah
  • peningkatan denyut jantung
  • peningkatan tekanan darah
  • membuat keluarga panik dan sedih
  • dan yang paling parah ada tekanan masyarakat karena viral di media sosial
Tanamkan Manfaat

Yang pasti kita harus selalu ingat bahwa mengendalikan amarah itu banyak sekali manfaatnya.
  • kita merasa bahagia, kurang stres, lebih damai  sehingga lebih menyenangkan orang-orang di dalam mobil dengan kita merasa bahagia
  • kita mengurangi risiko  mengalami kecelakaan mobil, sehingga melukai atau membunuh diri sendiri dan orang lain, menghancurkan mobil sendiri atau properti orang lain ...
  • kita menghindari catatan kriminal dan akan dipenjara
  • keluarga juga merasa nyaman ditinggal kita bepergian


Berdoa

Lebih penting dari itu semua, selalu berdoa dan ingat kepada Sang Maha Pencipta. Mintalah perlindungan dariNYA selama mengemudi. Termasuk menjaga hati kita dari kekhilafan yang tidak bisa kita kontrol.