Wednesday, January 4, 2017

Fakta Menarik Tentang Gulat India yang Mendunia




Ada hal menarik dalam perfilman Bollywood belakangan ini. Para penontonnya tengah gandrung dengan tema gulat tradisional mereka yang biasa di sebut pehlwani atau kushti. Setidaknya Sudah dua film box office yang mengangkat tema itu, yakni Sultan (Salman Khan) dan Dangal (Aamir Khan).

Tak heran jika kemudian olahraga gulat Asia selatan yang diciptakan Kerajaan Mughal ini semakin banyak dikenal di mancanegara.  Kushti menggabungkan teknik gulat Malla-yuddha dan Koshti Pahlavani (gulat Persia). Pegulat kushti biasa disebut pehlwan, sementara pelatih dipanggil Ustad (Pakistan) atau Guru (India). Tempat di mana pegulat beraksi disebut akhara. Sedangkan kain yang digunakan sebagai celana disebut langot.

Tidak sedikit legenda-legenda gulat barat seperti Karl Gotch yang menimba ilmu hingga India. Mereka mempelajari kushti sebagai olahraga dan ilmu tambahan untuk memperluas wawasan dan aplikasi terapan teknik mereka. Teknik gulat Kushti juga memberikan pengaruh kuat dalam Catch Wrestling dan Shoot Wrestling yang dikembangkan para legenda gulat yang belajar juga ke India.

Mencangkul bagian dari latihan

Latihan dengan mengangkat gada

Memanjat tambang agar tangan kuat.

pelatih memberi intruksi


Untuk latihan harian ini dia jadwal yang harus dipatuhi para pegulat:

03:00: Bangun dan melakukan push-up (danda) dan squat (bethak), sebanyak 4000. Run selama 5 mil, diikuti oleh renang serta mengangkat batu dan karung pasir.

08:00: Guru menonton para muridnya  bergulat satu sama lain  terus-menerus selama tiga jam aatau sama dengan melakukan pertandingan berturut-turut selama duapuluh lima kali. Pertandingan mulai dengan pegulat senior, baru kemudian yang lebih pemula.

10:00: Pegulat diberi minyak pijat sebelum beristirahat.

04:00: Peserta bergulat satu sama lain selama dua jam.


08:00: pegulat istirahat

Di Indonesia sebnarnya ada juga gulat tradisional di daerah jung Berung bandung dengan nama benjang. Sayangnya, olahraga tradisional ini makin punah dan kurang dipromosikan oleh pemerintah.